Berbagi Cerita dari Roy Suryana Yuda Hadi, Pengusaha Muda yang Sukses

F Roy Rendi scaled

DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA Roy Suryana Yuda Hadi

KEPRIHATINANYA awal muncul dari desa tempat tinggalnya. Akhirnya, Roy Suryana Yuda Hadi, 24 tahun warga Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah kini telah bulat memutuskan untuk terjun ke dunia perpolitikan.

……………………………………………………….

ROY Suryana Yuda Hadi, 24 tahun merupakan pemuda sukses dari Dusun Ularnaga Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah.
Roy Rendi sapaan akrabnya, lahir di Pejanggik, 5 Mei 1997. Dia lahir dari tiga orang bersaudara. Nama ayahnya, almarhum Amaq Hamdi dan ibu Mainah.
Pengusaha muda ini, sekolah dasar di SDN 3 Pejanggik, sementara SMP di MTsN Model Praya. SMA-nya di SMKN 1 Praya Tengah dengan mengambil jurusan management dan lulus tahun 2016.
Sejak duduk di bangku MTs kelas 1, dia sudah mulai ikut terjun membantu kakanya jualan HP di konter milik kakaknya di Desa Pengadang waktu itu. Bahkan sampai SMA, Roy Rendi juga terus berusaha membantu kakaknya.
Atasa dasar awal, tamat SMA. Roy Rendi pun mendapat support dari kakaknya untuk membuka konter sendiri. Di Pengadang juga lokasinya sekitar tahun 2016. Di tengah jalan usaha yang dia jalankan tiba-tiba merugi. Roy pun jatuh karena bangkrut. Ia menyebutkan lantaran management yang tidak jelas. Demikian juga kefokusan kurang mengingat pemuda seusinya lebih senang menghambur-hamburkan uang.
“Saya buka konter sekitar 1,5 tahun. Tahun 2017 usaha saya jatuh,” ceritanya kepada Radar Mandalika, Senin kemarin.
Di tengah kondisi yang buruk, Roy Rendi ingin tetap bangkit. Dia pun terpaksa menjadi kuli bangunan selama kurang lebih 1 tahun lamanya.”Tidak ada jalan lain. Saya terpaksa begini, asalkan ada untuk makan saja saya mikir,” ceritanya polos.
Setahun berjalan, akhirnya Roy Rendi kembali diangkat oleh kakanya untuk bangkit. Ia kembali ikut menjual HP bersama kakanya. Hasil dari keserius dan ketekunan berusaha, Roy Rendi akhirnya mendapat kepercayaan lebih besar dari kakak. Total Roy yang mengurus jalannya roda usaha milik kakanya. Sementara sang kakak lebih banyak di rumah untuk menerima laporan pembukuan dari dirinya.
“Itu sudah mulai saya yang urus konter. Alhamdulillah kakak sudah percaya dengan management saya,” ujarnya.
Dalam perjalanan, Roy pun berhasil bisa mengumpulkan modal. Ia pun menggabungkan saham 50 persen di usaha konter milik saudara. Dari perjalanan ini, baik suka maupun duka dirasakan. Saat ini, perlahan Roy Rendi mulai menikmati hasil kerjakerasnya.
Tak tanggung-tanggung, adik dan kakak ini nekad masuk kota Praya untuk membuka konter HP tahun 2018 CM Celuller namanya yang berlokasi di depan Masjid Agung. Tidak lama, usahanya pun mulai berkembang baik di Praya dan berhasil membuka tiga cabang konter HP. Termasuk sekarang sudah ada di Gerung yang dibuka tahun 2020.
“Kalau omzet per bulan, tidak banyak ratusan juta,” bebernya.
Dalam kondisi yang sudah sukses berbisnis. Anak muda satu ini mengaku belum merasa puas. Planning kedepan akan ekspansi ke usaha kuliner dan sport. Rencana usaha kuliner akan dibuka di Gerung dan toko kebutuhan olahraga di Praya. “Saya juga dapat ide ini dari kakak. Kakak yang ajarkan saya. Ya Alhamdulillah banyak dapat ilmu dari kegiatan seminar yang saya sering ikuti juga,” katanya lagi.

Di tengah kesuksesannya, Roy Rendi justru terpikir untuk masuk dunia perpolitikan. Bahkan atas dukungan dan restu keluarga, ia memutuskan maju di Pileg tahun 2024 mendatang. “Tiang mau berbuat saja kepada masyarakat. Kalau cari uang di politik itu bukan tempat. Usaha yang ada ini tetap saya akan jalankan,” tuturnya.
Roy Rendi membeberkan, dasar dia ingin berpolitik karena melihat selama ini banyak calon di desa tempat tinggal tidak ada yang di Pileg. Selain itu, ia juga ingin merubah wajah desa dan membangun lebih baik lagi kedepannya.
“Bukan hanya di desa saya saja. Ya semua desa Dapil kita nanti akan terus kita perjuangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di sana,”komitmennya.

Katanya, kalaupun diberikan nasib oleh Allah SWT dan didukung masyarakat. Ia akan berusaha semampunya untuk berbuat lebih banyak untuk masyarakat.
“Apa jadi aspirasi nanti kami akan perjuangkan. Insya allah politik bukan jalan tiang cari uang, sudah cukup ada rizki sekarang ini,” tutupnya.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gawat! 20 Ribu Balita di Lombok Tengah Stunting

Read Next

Soal Satgas Covid-19, Firman Akan Benahi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *