Bendahara Pokmas Bongkar Dugaan Kejanggalan RTG di Desa Pagutan

F RTG

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID BONGKAR: Hasil pembangunan RTG di Desa Pagutan yang dipersoalkan warga penerima manfaat.

PRAYA – Bendahara kelompok masyarakat (Pokmas) rumah tahan gempa (RTG) Pagutan II, Syahrial membongkar dugaan kejanggalan dalam pembangunan RTG di desa setempat. Ia buka suara gara-gara pembangunan dan kualitas bahan digunakan tak sesuai standar RTG.
Dia membeberkan, di Desa Pagutan Kecamatan Batukliang jumlah RTG rusak berat 5 unit, rusak sedang 21 unit, rusak ringan sekitar 15 unit. Masing anggaran per unit berbeda. Rusak berat Rp 50 juta, kemudian rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta.

Syahrial menceritakan bahwa tidak adanya kesepakatan harga kemudian penjelasan terkait adanya penunjukan UD tempat belanja, dimana yang saat ini tempat warga berbelanja membeli bahan atau material di salah satu UD. Disebutnya, UD ini merupakan hasil penunjukan oknum anggota polisi, kades dan dikuatkan ketua pokmas.

“Kualitas barang sangat tidak sesuai dengan harga, misalkan saja saya pesan spandek dengan ketebalan 0.30 milimeter yang diantarkan spandek 0.25 dengan harga 45.000 per meter,” ungkapnya pada media di Desa Pagutan.

Dijelaskannya, saat itu sempat diberikan arahan akan diberikannya list harga oleh pokmas, namun kejanggalan harga dan selisih sangat jauh sekali dengan harga di pasaran yang seolah pihaknya merasa diperas secara pelan-pelan dan dipaksa membeli barang dengan harga tinggi.
Dia yang juga penerima manfaat ini membeberkan beberapa hal terkait harga yang diduga dimark up oleh pihak UD. Misalnya, harga kayu lokal harga Rp 6 juta per kubikasi, dimana harga pasaran hanya sekitar 2 juta saja. Selanjutnya, harga bata merah yang di pasaran dengan harga 450 rupiah per biji harus dibelinya dengan harga 900 rupiah per biji.
“Kemudian cat tembok merek aries 18 kg harga pasarannya sekitar 250 ribu rupiah harus kami beli dengan harga 650 ribu rupiah,” ceritanya fulgar.

“Kami juga pernah ditantang melapor ke Polda NTB oleh oknum Bhabinkamtibmas yang harusnya mengawal ketimpangan tindihan ini, eh malah mengintimidasi kami,” sebutnya.

Sementara, seorang anggota pokmas lainnya sempat diancam oleh ketua Pokmas akan dicabut bantuan apabila terlalu banyak komentar dan meributkan persoalan harga dan UD.
“UD lokasi belanja merupakan arahan Kades, kemudian dengan harga yang mencekik, kami juga terancam tidak bisa cukup membeli kebutuhan renovasi, dan barang di UD tersebut tidak ada stok, hanya ada ketika dipesan, ini ada apa?,” ungkap dia.
Terpisah, Ketua Pokmas RTG Pagutan II Adim yang dikonfirmasi via telpon oleh Radarmandalika.id Group tak mau bicara.
“Besok aja datang, saya lagi sibuk,” jawab dia singkat. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Korban Tenggelam Ditemukan

Read Next

Banjir di Kabupaten Bima, Taksiran Kerugian Sementara 680 Miliar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *