Belajar Tatap Muka di Lotim Dihentikan

F AHMAD DEWANTO HADI

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Ahmad Dewanto Hadi

LOTIM – Kasus Corona Virus Disease (Covid-19) Lombok Timur (Lotim), terus mengalami kenaikan. Dasar pertimbangan itu mulai hari ini, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dihentikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Penutupan itu berlaku mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dikbud Lotim, Ahmad Dewanto Hadi, dalam keterangan pers di kantornya, kemarin menjelaskan, Dikbud telah melaksanakan pembelajaran tahun ajaran 2021/2022 sejak (12/7) lalu. Artinya, pembelajaran tatap muka telah berlangsung hampir satu bulan. Dan sesuai edaran Menteri Pendidikan, tanggal 2 Juni secara nasional memberlakukan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) terbatas, mulai dilakukan tahun ini.
“Pelaksanaan PJJ terbatas bagi Lombok Timur, bukanlah hal yang baru. Melainkan sudah dilakukan sejak tahun lalu, dengan prosedur dan ketentuan yang sama, seperti yang diterapkan tahun ini,” jelasnya.
Dalam perjalanan pembelajaran tatap muka selama dua pekan terakhir, tetap dilakukan monitoring bersama jajaran sampai tingkat pengawas, untuk mengawal Protokol Kesehatan (Prokes). Pada dasarnya hasil pengawasan, sebagian besar sekokah menerapkan Prokes, meski ada juga sekolah yang abai.
Sekolah yang abai dari prokes, ditingkatkan statusnya menjadi monitoring berkonsekuensi. Bahkan, ada pula sekolah yang direkomendasikan untuk ditutup untuk memperbaiki prokes. “Pekan terakhir kami evaluasi, sudah banyak sekolah yang warga belajarnya, ada yang terpapar apakah itu guru dan anak-anak. Sekolah yang terpapar warga belajarnya, kemudian ditutup 14 hari sesuai protap,” tegasnya.
“Sementara ini, ada tujuh sekolah yang ditutup,” tambah Dewanto.
Kaitan dengan penutupan pembelajaran tatap muka, keputusan diambil setelah bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) mengkaji fenomena minggu terakhir, melihat seberapa besar kenaikan pasien terpapar. Dan benar, grafik pasien terpapar mengalami kenaikan.
Bagaimana pun katanya, sekolah adalah basis berkumpulnya anak-anak, guru dan seterusnya. Surat edaran penutupan belajar tatap muka, telah dilayangkan pada semua sekolah, kemarin. Bahkan Dikbud juga bersepakat dengan Kemenag Lotim, untuk ikut menutup belajar tatap muka. “Penutupan mulai hari ini, sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian, melihat perkembangan dan rekomendasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19, apakah sekolah boleh tatap muka lagi atau tidak,” tegasnya.
Lebih jauh diungkapkan dalam surat edaran itu, isinya tidak sekadar menyampaikan hasil evaluasi. Akan tetapi di edaran itu, hal-hal harus dipedomani dalam pelaksanaan belajar di rumah, pointnya juga disebutkan.
“Kami sudah meminta jajaran penyelenggara pendidikan mulai dari struktural sampai tingkat pengawas dan sekolah, harus menjalankan isi edaran,” tutupnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pendemo Kembali Persoalkan PPKM di Loteng

Read Next

70 Ribu TKI Akan Dipulangkan, 20 Ribu dari NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *