Bangunan Toko Pancor Digusur

F GUSUR scaled

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA GUSUR : Pertokoan pancor yang mulai diratakan alat berat, sebagai lokasi pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP).

LOTIM – Simpang empat tempat pertokoan Pancor Lombok Timur (Lotim) akan dibangun Ruang Terbuka Publik (RTP) M Zainuddin Abdul Madjid Square. Pasca lebaran Idul Fitri, merupakan kesepakatan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim dengan pedagang, untuk dilakukan penggusuran bangunan toko. Dari pasca lebaran lalu, alat berat diturunkan dan kini bangunan mulai rata dengan tanah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Hj Miftahul Wasly, pada awak media dikantornya, kemarin mengatakan, pembongkaran 48 toko Pancor tersebut telah sesuai kesepakatan pemerintah dengan pedagang. Sejatinya, pembongkaran dilakukan sebelum Ramadan. Tetapi setelah melalui proses berbagai pertimbangan, masukan dan aspirasi pedagang, sehingga pembongkaran baru bisa dilakukan setelah lebaran Idulfitri ini.
“Pembongkaran ini telah sesuai kesepakatan tertulis pemerintah daerah dengan pedagang,” tegasnya.
Memang kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) itu, terdapat dua toko yakni toko kacamata dan toko emas, yang informasinya masih ada perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB), hingga tahun 2023 mendatang. Namun demikian, masalah kedua toko itu telah diselesaikan, sehingga sertifikat HGB kedua toko diserahkan pada Pemda Lotim, dan saat ini dalam proses pengembalian atasnama Pemda Lotim.
Sebagai kompensasi pemerintah, diberikan menempati toko yang ada di Komplek Pertokoan Pancor (PTC). Namun karena tempat pindah mereka menggunakan bangunan sendiri, maka kompensasi nilai sewa yang tersisa, akan diperhitungkan. Angka jelas berapa besaran kompensasi terhitung tahun 2021 ini, dihitung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sebab, Bapenda disebutnya lebih mengetahui dan yang menghitung penetapan angka setiap tahun.
“Nanti akan diakumulasikan kompensasinya sampai tahun 2023. Yang lebih tahu berapa kompensasinya adalah Bapenda sendiri,” katanya.
Kaitan dengan pembangunan RTP itu, rencananya pembangunan di tiga lokasi, yakni sebelah utara, tengah dan belakang. Pembangunan RTP tersebut, menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Cipta Karya, dengan Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Provinsi NTB.
Satu blok lokasi pembangunan, dengan nilai anggaran Rp 2,5 miliar. Namun karena program kementerian untuk pembangunan RTP ini satu tahun, sehingga dimungkinkan tahun kedua akan menggunakan anggaran daerah. Akan tetapi, tetap akan melalui proses kajian, sebab eksekusi anggaran pembangunan RTP ini mundur dari jadwal yang telah ditetapkan sesuai kalender program.
“Kami akan upayakan sedapat mungkin pembangunan ruang terbuka publik ini selesai di tahun 2022 mendatang. Soal Detail Engineering Design (DED) tidak ada masalah,” tutup Miftah, seraya berharap pembangunan RTP M Zainuddin Abdul Madjid Square ini, berjalan lancar. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ini Wajah Perebut Kursi Sekda Lombok Tengah

Read Next

Silaturrahmi Idul Fitri, Gubernur NTB Motivasi ASN Untuk Fokus Bekerja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *