Awas! Ruas Jalan Kerembong-Selebung Amblas

  • Bagikan
F AAA Amblas
RAZAK/RADAR MANDALIKA RUSAK: Seorang pengendara roda dua hendak akan melintasi ruas jalan kabupaten yang menghubungkan jalan wilayah Desa Kerembong dan Desa Selebung Rembiga, Kecamatan Janapria yan amblas, kemarin.

PRAYA – Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan jalan wilayah Desa Kerembong dan Desa Selebung Rembiga, Kecamatan Janapria, amblas akibat erosi di bahu jalan setelah diguyur hujan lebat, Senin (15/11) sore. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng diminta segara melakukan upaya tanggap untuk menghindari terjadi kerusakan lebih apalagi pada musim penghujan saat ini.

Pantauan Radar Mandalika, Selasa (16/11) kemarin, bahu jalan yang sudah amblas panjangnya sekitar 7 meter, lebar sekitar 1 meter, dan kedalaman sekitar 8 meter. Material batu dan tanah yang longsor akibat terseret air hujan itu terlihat menumpuk di atas lahan persawahan milik warga. Bahu jalan di titik erosi pun cukup mengkhawatirkan, karena sewaktu-waktu bisa meruntuhkan jalan lapen apabila tidak segera ditangani pemerintah.

Kepala Desa (Kades) Kerembong, Suhirmayadi meminta Pemkab Loteng segera melakukan penanganan atau perbaikan. Meskipun sejatinya, lokasi kerusakan bahu jalan yang longsor itu berada di wilayah Desa Selebung Rembiga. Namun pihaknya merasa prihatin melihat bagian bahu jalan amblas yang memang menghubungkan antar dua desa.

“Cuman kita prihatin lah. Secara lokasi/geografis, ini bukan di wilayah saya. Itu masuk Desa Selebung Rembiga, karena dia yang rabat di sana,” ungkapnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Dikatakan, ruas jalan yang menghubungkan antara dua desa tersebut kini statusnya sudah menjadi jalan kabupaten berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Loteng tahun 2017 lalu. Kalau masuk jalan desa, pemerintah desa tentu akan melakukan perbaikan menggunakan dana desa (DD). Artinya, tidak perlu meminta Pemkab untuk menanganinya.

“Sudah ada SK-nya di saya. Saya mau sampaikan di PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) nanti seperti apa lah kan begitu. Karena ini jalan kabupaten kan,” terang Suhirmayadi.

Lantaran masuk jalan kabupaten. Sehingga, ia langsung menemui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas PUPR Loteng di kantor dinas setempat, kemarin. Tujuannya menyampaikan kondisi ruas jalan yang amblas dan meminta dinas agar segera melakukan penanganan. “Jadi, memang ini ranah kabupaten,” jelas Suhirmayadi.

Ditanya hasil komunikasinya bersama Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Loteng. Suhirmayadi menyampaikan, penanganan jalan tidak bisa segera diperbaiki menggunakan dana yang ada di PUPR karena perlu perencanaan. Artinya, mekanisme APBD tidak memungkinkan untuk itu.

Dalam hal ini, Dinas PUPR sedang berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng serta akan mengajukan permohonan pencairan kepada Bupati Loteng melalui mekanisme yang diatur. Dimana, kemungkinan satu-satunya cara adalah memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) atau dana cadangan yang ada di kas daerah. Mengingat sebab kerusakan jalan karena faktor alam.

“Kalau PU sedang koordinasi sama BPBD. Jadi, kalau di PU itukan perlu perencanaan. Tapi kalau sudah dia ngomong sama pak Bupati dan BPBD nantikan (dana) tanggap bencana itu dipakai dari BPBD kan,” tutur Suhirmayadi.

“Karena longsor masalahnya. Yang menangani longsor BPBD. Terkait di PU, Bidang Bina Marga nanti sepulangnya pak Kadis bagaimana-bagaimana petunjuk dari pak Bupati,” tambahnya. Hingga kemarin siang, Kepala Dinas PUPR Loteng, Lalu Rahadian masih berada di luar daerah.

Kemarin, Suhirmayadi juga langsung bergerak menemui pihak dari BPBD Loteng terkait penanganan jalan agar disegerakan. Hasilnya, pihak BPBD langsung turun ke lapangan melakukan survei ruas jalan yang longsor akibat erosi setelah diguyur hujat lebat. Dan, BPBD langsung menyerahkan plang penanda “kawasan rawan longsor” ke Pemdes Kerembong untuk dipasang di lokasi.

“Saya dikasih plang untuk ditaruh di sana (bahu jalan di titik yang sudah amblas),” katanya. Hanya saja dari pantauan di lapangan, hingga pukul 13.37 Wita, plang kawasan rawan longsor itu belum juga dipasang di lokasi.

Terkait kapan penanganan jalan itu dilakukan, Suhirmayadi mengaku belum ada kejelasan dan kepastian informasi yang diterimanya dari instansi terkait. Yang pasti, sementara ini dipasangkan plang dulu. Dan yang jelas, pihaknya sudah menyampaikan dan meminta Pemkab agar segera memperbaiki jalan kabupaten itu.

“Masalah penganggaran seperti apa, saya serahkan. Pokoknya secepatnya saya bilang. Kalau ndak ditangani segera maka (jalan) akan terputus total,” tuturnya.

Sebab, ruas jalan kabupaten yang menghubungkan jalan wilayah Desa Kerembong dan Desa Selebung Rembiga rawan putus. Hal ini disebabkan bahu jalan sudah amblas akibat erosi. Apalagi pada musim penghujan saat ini.

“Saya sampaikan ini harus segera. Kalau menunggu lama maka ini akan parah saya bilang. Tapi katanya, Insya Allah kita akan usahakan. Karena sudah saya bilang inikan jalan kabupaten. Kalau jalan desa ndak usah dah pikirkan saya bilang. Karena cuman ini jalan kabupaten, paling tidak ada perhatian lah saya bilang,” tuturnya lagi.

Terpisah Kadis PUPR Loteng, Lalu Rahadian saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan BPBD Loteng terkait penanganan jalan. “Kami teruskan ke BPBD karena ini kondisi darurat. Sudah saya teruskan ke BPBD tapi ini belum ada anu dari Kepala BPBD- nya. Mungkin ditelepon caranya. Tapi sebentar saya telepon karena (saya) sekarang baru keluar dari bandara ini,” terangnya.

Pasalnya, penanganan jalan tidak bisa segera dilakukan menggunakan dana yang ada di PUPR karena perlu perencanaan. Hal ini diakui Rahadian. “Penanganan pertama BPBD dulu,” kata mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Loteng itu.

Sementara Kades Selebung Rembiga, Muhammad Melly, belum bisa dimintai keterangan soal bahu jalan yang amblas yang notabene berada di wilayahnya. Bersangkutan tidak merespons panggilan WhatsApp (WA) dari penulis koran ini. (zak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *