Pathul: Mari Kita Saling Memaafkan

  • Bagikan
F diskusi
IST/RADARMANDALIKA.ID TURUN TANGAN: Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri saat menemui sejumlah pentolan LSM di Praya, Selasa kemarin.

PRAYA – Gelombang protes dari sejumlah masyarakat Lombok Tengah atas tidak diberikannya ruang untuk Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri pada momen peresmian Sirkuit Mandalika oleh Presiden RI, H. Joko Widodo, Jumat pekan lalu terus berlanjut. Bahkan sejumlah aktivitas berencana akan melakukan aksi demo dengan menutup akses masuk ke Sirkuit Mandalika sebelum Gubernur NTB, Zulkifliemansyah minta maaf ke public.

Mendengar berita ini, HL. Pathul Bahri langsung turun tangan. Orang nomor satu di Lombok Tengah menemui sejumlah pentolan LSM yang ingin melakukan aksi demo tersebut.

“Terimakasih yang setinggi tingginya atas rasa simpati dan empati teman LSM, tapi demi ketenangan dan kenyamanan masyarakat Lombok Tengah saya mohon untuk aksi ini dibatalkan,” kata bupati di hadapan sejumlah pentolan LSM di Praya, Selasa kemarin.

Bupati mengatakan, setiap manusia ada sisi lebih dan sisi kurangnya. Tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan maka daripada itu, persoalan seperti ini dapat menjadikan refrensi untuk perbaiki ke depan.

“Mari kita saling memaafkan,” serunya.

Sementara, koordinator Aksi Bela Pemimpin, Saidin Al-Fajri mengaku telah memutuskan membatalkan rencana aksi itu. Ini sesuai permohonan bupati langsung. “Kita hargai keputusan Bupati, beliau langsung bertemu dengan kita,” katanya.

Saidin mengungkapkan, aksi yang akan digelar itu sudah matang dirancang. Bahkan sejumlah petinggi LSM sudah melakukan rapat soal ini, bahkan surat pemberitahuan sudah dilayangkan ke Polres Lombok Tengah.

“Kalau bukan bupati yang meminta, kami tidak akan batalkan,” katanya.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *