Alhamdulillah, 441 P3K Terima SK

SK

KHOTIM/RADAR MANDALIKA MENERIMA: Para guru honorer yang menerima SK pengangakatan P3K, kemarin.

PRAYA—Sebanyak 441 honorer yang dinyatakan lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahun 2019 akhirnya menerima SK pengangkatannya, kemarin.

Kebanyakan honorer yang menerima SK P3K di kantor bupati tersebut terdiri dari dari formasi guru dan penyuluh pertanian. 

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, M Nazili menyatakan, dari 900 pendaftar hanya 444 orang lulus seleksi. Sebenarnya jumlah honorer yang harus menerima SK pengangakatan P3K ini sebanyak 444 orang.  Dimana, dari jumlah ini paling terbayak adalah formasi 379 orang guru dan 63 orang penyuluh pertanian. 

Namun demikian, dari jumlah 444 tersebut berkurang menjadi 441, karena pada saat tahapan pemberkasan sebelumnya,  karena ada dua yang meninggal dunia dan satu mengundurkan diri satu orang meninggal dunia.

 “SK pengangkatan mereka dari tanggal 1 bulan Januari tahun ini. Artinya mereka sudah mulai bekerja,” ungkapnya.

Mundurnya waktu yang penyerahan SK merupakan dampak dari proses yang cukup panjang. Dimana ketika NIP persetujuan diterima di akhir Januari kemudian diproses dan ditandatangani sejumlah dua lembar per orang, SK NIP dua lembar per orang, kemudian pernyataan aktif dua lembar per orang dan perjanjian kontrak kerja empat rangkap per orang.

“Banyaknya  yang harus ditandatangani, kemudian tenaga dan sarana prasarana yang terbatas merupakan faktor pembagian SK sedikit mundur,” terangnya.

Ia menyatakan, mereka yang mendapatkan SK P3K ini akan masuk pegawai golongan 10. Dimana gaji pokok dalam satu bulan mencapai Rp 2,9 juta, belum termasuk tunjangan. 

“Dana gaji mereka ini akan ditanggung APBD  Loteng dari pos DAU,” tuturnya.

Ia menjelaskan, perbedaan seleksi CPNS dengan P3K adalah pemerintah pusat menyiapkan formasi yang harus diisi saat seleksi CPNS. Pada seleksi P3K, pemerintah menyiapkan wadah karena calon tenaga kerja sudah ada. P3K akan mendapat hak yang sama dengan PNS atau ASN, yakni gaji, tunjangan, cuti, perlindungan, dan lain-lain. Tetapi, P3K tidak mendapatkan gaji pensiun.

“Kontrak P3K ini selama lima tahun,” cetusnya.

Sementara Wakil Bupati Loteng, HL Pathul Bahri menuturkan, dengan keberadaan P3K ini sangat membantu pemerintah daerah. Hal itu karena banyaknya ASN dari kalangan guru maupun penyuluh pertanian yang pensiun tahun ini.

 “Mereka akan sangat membantu kita.  Saya harapkan mereka bekerja dengan sungguh —sungguh,” jelasnya.

Sementara pegawai P3K yang menerima SK, Jumrah mengaku sangat bersyukur diberikan SK tersebut.

Ia yang mengajar sejak tahun 2005 di SDN Papak di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut dalm pengajuan untuk mendapatkan SK P3K merasa tidak ada kendala sama sekali namun hanya lama di proses menunggu dan kejelasan waktu saja.

“Saya sangat bersyukur atas pengangakatan P3K ini, meskipun harus menunggu lama namun ini merupakan buah kesabaran selama ini,” ungkapnya. (jay/tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sengketa Lahan, Kedua Belah Pihak Keras

Read Next

Penyaluran Bantuan Seribu Sapi Belum Tuntas, Ada Apa?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *