LOBAR—Gerak cepat dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lombok Barat (Lobar), Muhali. Pascamenerima Surat Keputusan (SK) penetapan dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang diserahkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kamis (4/6), Muhali tancap gas melakukan konsolidasi internal. Pemuda asal Narmada itu bahkan sudah menyiapkan program Sekolah Kader untuk para kader PPP. Menurutnya, berbagai agenda lain sudah dipersiapkan dirinya sesuai instruksi DPP dan DPW.
“Dalam waktu dekat ini, kami akan adakan Musancab (Musyawarah Anak Cabang) untuk menyusun kembali struktur pimpinan anak cabang yang ada di kecamatan. Jadi, di kecamatan juga sudah akan kami mulai konsolidasi bulan ini,” beber Muhali yang dikonfirmasi akhir pekan kemarin.
Melalui sekolah kader itu, Muhali ingin memperkuat dan menanam kembali ideologi Partai PPP yang berpegang pada asas Pancasila, keislaman, hingga kebangsaan. Tidak hanya berpikir untuk berjuang memperoleh kursi wakil rakyat, namun juga memahami nilai syiar partai berlambang Kaabah itu dalam kehidupan bermasyarakat. Baik dari sisi sosial, ekonomi, budaya, hingga kemanusiaan.
“Para kader akan memahami nilai juang PPP ini, nilai gerakan PPP ini seperti ini agar terarah, begitu. Bukan hanya kita pikirkan soal nilai kursinya bagaimana, tetapi juga kami memikirkan bagaimana syiar, seperti yang disampaikan, bahwa partai ini harus berada di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Nilai kebangsaan diperlukan para kader agar tetap tergerak dalam melihat kondisi dan tetap berada untuk masyarakat. Ideologi itu yang akan diturunkan mulai dari tingkat kabupaten sampai akar rumput. Bahkan Muhali mengungkapkan sekolah kader tidak hanya diperuntukkan bagi kader PPP saja, namun bisa diikuti masyarakat umum lainnya.
“Kami mengharapkan semua bisa terlibat, masyarakat, apa pun background-nya, apa pun pekerjaannya. Petani, terus nelayan, tukang ojek, tukang kebun, semua, pemuda, pemudi,” ujarnya.
Memberdayakan kader menjadi salah satu visi misi Muhali untuk DPC Lobar, selain mempertahankan lima kursi legislatif dan merebut kembali kursi pimpinan. Namun sebelum itu, Musancab akan lebih dulu digelar bulan ini. Sebanyak 10 Pengurus Anak Cabang (PAC) akan disusun kembali.
“Kami segerakan karena AD/ART bilang begitu, paling telat itu kan 3 bulan. Nah, kami tidak mau berlarut-larut, menunda-nunda. Kalau bisa dipercepat ngapain harus ditunda-tunda, begitu. Karena kita harus lari kencang,” imbuhnya.
Tak sampai itu saja, dalam waktu dekat Ketua DPC PPP itu akan bersilaturahmi ke tokoh-tokoh PPP. Ia menilai sebagai partai besar dengan sejarah panjang di Indonesia, PPP tetap menghargai jasa para tokoh sebelumnya.
“Dan nanti kami juga akan sowan kepada para tuan guru, kepada pimpinan pondok pesantren, untuk bagaimana kembali membina kami yang ada di partai ini, memberikan arahan kepada kami. Karena kami ini kan hanya perantara, mudah-mudahan bisa diandalkan oleh guru-guru kami, para tuan guru, para tokoh kami yang ada di Kabupaten Lombok Barat, wabilkhusus yang memang sudah pernah ikut andil dalam membesarkan PPP Kabupaten Lombok Barat,” pungkasnya. (win)
