Usulkan Cabut Izin Kerjasama BRI Sebagai Penyalur Bansos

F Demo

DEMO: Massa dari Jaringan Advokasi Dan Tindakan Pidana Korupsi (JATI NTB) saat orasi di depan kantor BRI Cabang Praya, Senin kemarin.

PRAYA – Sekelompok orang yang mengaku dari advokasi dan tindakan pidana korupsi (JATI NTB) melakukan aksi demo di depan kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Praya, Senin kemarin.

Salah satu orator, Apriadi Abdi Negara dalam orasinya menuding pihak BRI telah melakukan tindak kejahatan. Untuk itu diminta dicabut hak sebagai penyaluran terutama agen Brilink. Pihaknya tidak menerima dan akan mengusulkan ke pemerintah untuk dicabut izin kerjasama BRI sebagai penyalur bantuan social (Bansos).

“BRI selalu menghabiskan uang rakyat secara perlahan secara terstruktur dan massif,” tudingnya saat aksi.

Katanya, kalaupun hal ini terus dilakukan pihaknya mengancam akan menutup akses dan mengusir Brilink di setiap desa. “Kami akan usir mereka,” ancam dia.

Sementara, Koordinator Umum aksi, Selamat Riadi mengungkapkan sudah menyampaiakan aspirasi ini lansung ke Bupati dan DPRD. Tujuannya, agar ini menjadi perhatian serius, dan pihaknya menduga ada indikasi kerjasama dengan dinas pihak BRI, mengingat pembentukan Brilink harus dengan rekomendasi dari Dinas Sosial. “Kejahatan BRI hanya menitip transaksi kepada kios tanpa memberikan modal, namun hanya menitip transaksi namun dapat setoran,” sebut dia.

“Bahkan Brilink sempat diberikan peringatan, mengingat pihak Brilink harus nyetor 50 persen,” sambung Selamat Riadi.

Dijelaskan, berdasar Permensos nomor 20 tahun 2016, dimana bansos penerima manfaat, tidak boleh ditarik biaya sepeserpun, namun fakta di lapangan biaya bervariasi mulai dari 5.000 rupiah sampai dengan 3.000 rupiah di setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Atas temuan ini, diduga ada muncul keuntungan puluhan juta apabila dilakukan dengan jumlah besar KPM.

Pimpinan Cabang BRI Praya, Fajar Baskoro  yang dikonfirmasi menceritakan, pihaknya  sempat bertemu dengan Selamat Riadi dan mediasi akhir Agustus lalu. Pihaknya sudah mengecek datanya tidak ada yang salah, kalaupun ada itu hanya oknum pendamping dengan kadus, dan hal tersebut tidak ada kaitan dengan pihak BRI.

“Kalau ada pemotongan atau pungli silakan dilaporkan ke kami, mengingat Brilink sudah punya fee dari kami,” sebut Fajar. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sejumlah Pejabat dan Wartawan Diswab

Read Next

Kabar Baik, SPAM Bendungan Pengga Dikerjakan 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *