Siti Nurul Baya, Penghafal Alquran 30 Juz

F Bok 3 rotated

Siti Nurul Baya

Cuma 7 Bulan, Ingin Lanjutkan Sekolah ke Timur Tengah

Namanya Siti Nurul Baya. Gadis kelahiran 6 Agustus 2003 ini, sekarang mampu menghafal Alquran 30 juz, hanya membutuhkan waktu 7 bulan lamanya.

FENDI-LOTIM

ORANG tua mana yang tidak bahagia dan bangga melihat anaknya menjadi penghafal Aquran. Salam halnya dirasakan kedua orang tua, Siti Nurul Baya merupakan warga Dusun Montong Mas, Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur. Ayahnya bernama, Muhammad Syahdan dan ibu Halimatussa’diah. Kedua orang tua merupakan petani. Keseharian kedua orang tuanya bekerja dengan  peralatan cangkul dan sabit.

Sementara, Siti Nurul Baya merupakan anak kedua dari pasangan ini. Siti menoreh senyum dan keharuan yang mendalam bagi keluarganya, seakan lelah dan letih setiap harinya lunas terbayar seketika. Gadis 18 tahun ini telah selesai menghapal Alquran 30 juz dalam waktu 7 bulan.

Gadis ini mengaku medapat banyak motivasi dari orang tua dan keluarganya. “Ibu selalu pesan rajin- rajin anakmenghafal. Saya mau bahagiakan orang tua,” cerita Nurul menyampaikan pesan ibu.

Sementara, kehidupan keseharian Nurul hampir sama dengan teman lainnya dari 6 orang yang mengikuti kegiatan Islamic boarding  School di NW Montong Mas, Desa Lepak Timur, dirinya merupakan yang pertama kali mampu menyelesaikan hafalan dalam waktu 7 bulan.

“Dia memiliki kemampuan lebih dari teman- teman lainnya, tingkat muraja’ahnya,” ungkap Mustofa pembimbing.

Latar pendidikan Nurbaya sapaan akrabnya, menjadi pemacu timbulkan rasa ingin tahu tentang Alquran, pendidikan TK ditempuh di TK Raudatul Akfal, MI di NW Montong Mas, MTs NW Montong Mas dan MA di MA NW Montong Mas. Ia melihat, lingkungan yang islami membangun jiwa menuju pemahaman yang utuh.

Selain itu, manajemen waktu menjadi kunci keberhasilannya, Nurbaya mampu menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin untuk dapat mencapai tujuannya. “Saya bangun jam 3 malam, kemudian salat malam, kemudian salat subuh setelah itu menghafal sampai jam 7, istirahat sebentar untuk beres- beser dan membantu orang tua, kemudian jam 9 menghafal lagi sampai jam 11, kemudian istirahat baru mulai menghafal lagi jam 2 siang sampai Azar,” tutur Nurbaya lagi.

Setiap harinya, Nurbaya mampu menyetor 6 lembar dengan memanajemen waktu tersebut. Sebagai penghafal, dirinya selalu melakukan perbaharui niatnya setiap hari serta selalu meminta doa dari orang tua. “Motivasi saya menghafal pertama mencari rido allah, menjaga Alquran dan membahagiakan orang tua,” katanya.

Nurul tidak merasa puas dengan Khotam 30 jus Alquran pada hari Minggu 12 muharram1442 H/ 31 Agustus 2020 M. Dia bertekat untuk terus memperdalam Alquran. Bahkan dia berencana untuk melanjutkan studinya di Timur Tengah dengan jurusan tafsir Alquran.

“Ketika ibu tahu saya sudah hafal, beliau berpesan ini baru awal, harus tetap semangat, harus rajin, sungguh- sungguh untuk mengulang ngapalnya, cuman Al Quran yang membahagiakan mereka,” ungkap dia.

 Semangat untuk menjadi hafizoh yang sesungguhnya menjadi pondasi besar yang Nurbaya pegang, dengan demikian akan dapat menjadi penolong bagi orang tuanya kelak di kemudian hari. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

PDAM Optimis Pandanduri Cukupi Kebutuhan Air

Read Next

Sekda NTB Wajib Cuti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *