UIN Mataram Sangkal Statement Institut Transparansi Kebijakan NTB

IMG 20210426 WA0038

ARIF/ RADARMANDALIKA.ID Serife Nurlaeli SE, MM

MATARAM – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Serife Nurlaeli SE, MM,. menyangkal statement Institut Transparansi Kebijakan NTB soal penunjukan langsung (PL).
Serife mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur. Soal proses tender yang gagal, dia mengatakan karena ada syarat-syarat yang tidak dipenuhi oleh perusahaan peserta tender.
“Mengenai penunjukan langsung, kami pihak UIN Mataram telah mendapatkan rekomendasi dari pihak yang memang berwenang untuk itu, untuk memilih perusahaan penyedia jasa keamanan,” katanya.
Nurlaeli sendiri menjelaskan mengapa pada akhirnya UIN Mataram melakukan penunjukan langsung dalam permasalahan tersebut. Dia mengatakan bahwa sebelumnya mereka sudah melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan penyedia jasa keamanan dan pada Desember 2020 lalu, kontrak tersebut berakhir.
Kontrak itu dilakukan selama satu bulan setelah dengan tander yanhbdi lakukan dengan sebelumnya berakhor. Dia memaparkan bahwa kampus UIN Mataram di Jempong sangat rawan, setiap hari selalu ada kehilangan. Untuk menjaga hal tersebut, UIN Mataram membutuhkan jasa keamanan dari pihak ketiga. Tetapi itu pun masih saja terjadi kehilangan di dalam kampus.
“Begitu selesai kontrak pada Desember 2020, bulan Januari 2021, UIN Mataram mulai melakukan tender jasa keamanan. Namun pada tender tersebut, tidak ada rekanan atau perusahaan yang memenuhi syarat, sehingga tender gagal dilaksanakan,” jelasnya saat di konfirmasi kembali pada Senin 26/4/2021.

Dijelaskan, tender tersebut gagal dikarenakan perusahaan yang mengikuti tender tidak satu pun yang izinnya masih hidup. Sementara pada tender ke juga terjadi hal sama.
“Pada tender kedua, kondisinya sama.Perusahaan yang mendaftar itu-itu saja. Memang ada perusahaan lain yang ikut mendaftar dan izin operasionalnya masih hidup, tapi itu non kecil dan tidak sesuai dengan persyaratan tender,” ungkapnya.
Karena kebutuhan sangat mendesak akan jasa pengamanan pada Januari 2021 UIN Mataram pun melakukan penunjukan langsung untuk pekerjaan satu bulan. Penunjukan langsung itu juga dintujukan kepada perusahaan penyedia jasa keamanan sebelumnya yang habis kontrak selama satu bulan.
“Saat itu mendesak, UIN melanjutkan kembali kerjasama keamanan untuk satu bulan dengan perusahaan sebelumnya kerena di bawah angka 200 juta,” paparnya.
Akibat kerjasama yang belum definitif UIN Mataram masih belum puas dengan PL tersebut. Karena, entah disebabkan kerjasama keamanan itu tidak definitif dan kontraknya tidak dalam jangka panjang, kerja keamanan tidak maksimal. Hal itu dibuktikan dengan masih terjadinya kehilangan di kampus UIN Mataram.
“Atas dasar tersebut, karena kebutuhan akan keamanan sangat mendesak, akhirnya UIN Mataram, berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018, tentang pengadaan barang jasa, Pasal 51 poin 10 disebutkan, apabila sudah dua kali pelaksanaan tender, maka atas persetujuan pihak yang diberikan wewenang. UIN Mataram bisa melakukan penunjukan langsung dan kami meminta juga pihak dari kepolisian untuk membantu,” jelasnya.
Nurlaeli menerangkan juga bahwa untuk melakukan PL itu tidak harus menunjuk peserta tender sesuai Perpres dan berdasarkan masukan serta rekomendasi dari pihak-pihak yang berwenang, UIN Mataram pun melakukan penunjukan langsung dan telah menetapkan pilihannya.
” Kami sudah melakuakn secara prosedural, dalam Perpres juga menjelaskan. Peepres Nomer 16 Tahun 2018, itu pada Pada pasal 51 ayat 10, bahwa penunjukan langsung otu tidak harus menunjuk peserta tender,” tegasnya. (rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Warning Kasek tak Punya NUKS

Read Next

Ketua Dewan Loteng Sorot Kinerja Satgas Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *