TKI Pulang Kampung, Pengangguran di NTB Membludak

F buruh tani

FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA KERJA KERAS: Sejumlah buruh tani sedang melakukan panen padi di wilayah Lombok Tengah.

MATARAM – Jumlah pengangguran di NTB membludak. Jumlah ini ditambah dengan pulangnya ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke kampung halaman sejak 2020 sampai saat ini.
Para TKI atau TKW ini pulang bukan karena dideportasi melainkan disebabkan habis masa kontrak kerjanya dan juga disebabkan kondisi Covid-19, sehingga mereka tidak bisa bekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, I Gede Putu Aryadi menyebutkan sejak Januari hingga 23 April, Pekerja Migran Indonesia (PMI) repatriasi diangka 6.757 orang. Rinciannya, dari Kabupaten Lombok Timur 3.366 orang, Lombok Tengah 2.289, Lombok Barat 778, Lombok Utara 151, Mataram 78, Sumbawa 47, Sumbawa Barat, Bima 21, Dompu 14, Sumbawa Barat 10 dan Kota Bima 3 orang.

“Mereka semuanya dari Malaysia. Ada yang habis masa kerjanya,” ungkap Gede, Selasa kemarin.
Mereka yang pulang ke daerah masing -masing menggunakan biaya sendiri. Ada juga yang dari perusahaan kalau memang masih berlaku masa kontraknya. Kepulangan TKI/TKW tentu dengan penerapan Prokes secara ketat. Setelah sampai di daerah sendiri mereka harus dikarantina. Sementara yang berasal dari Pulau Sumbawa sementara waktu ditampung di Asrama Haji selama 5 hari.

“Kepulangan dengan Prokes ketat,” yakinnya.

Saat ini, Disnakertrans sendiri telah menerima jadwal kepulangan TKI/TKW yang lainnya. Dulu jadwal mereka tiga kali satu minggu, baru dijadwal empat kali seminggu setelah masuk bulan puasa dikurang hanya Hari Rabu dan Hari Jumat.

“Ada lagi yang besok (hari ini, red) diluar data di atas yang akan pulang sekitar 180 orang,” ungkap Gede.

Kadis ini tidak menampik jumlah mereka secara tidak langsung bisa menambah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTB. Mereka belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan langsung di daerah.
“Ini bisa meningkatkan angka pengangguran,” sebut dia.

Berdasarkan data BPS NTB, TPT pada Agustus 2020 naik sebesar 0,94 persen poin menjadi 4,22 persen dibandingkan Agustus 2019. Jika melihat menurut tingkat pendidikan tamatan SMK kejuruan yang paling tinggi sebanyak 9,71 persen.
Persentase tersebut dilihat dari jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 2,69 juta orang naik sekitar 81,77 ribu dibandingkan Agustus 2019.

Ditanya upaya Disnakertrans, Gede mengatakan kedepannya pihaknya harus berpikir bagaimana nasib mereka seterusnya. Belum lagi dengan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) bisa dipakai sebagai lokasi memfasilitasi menggali keterampilan mereka. Terlebih saat ini program unggulan gubernur yaitu Industrialisasi dinilainya sangat tepat dengan aspek peningkatan kreativitas mereka.
Menurut Gede, selain peluang di UMKM, justru yang juga dilihat mereka sangat berpeluang yaitu di Sektor Pertanian, Peternakan dan juga perikanan.
“Disitu kita keroyok dengan program industrialisasi tadi. Ini bisa masuk jadi program prioritas (Disnaker),” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Polsek Akan Panggil Pemeran Video Syur

Read Next

Mo-Novi Diharap Mampu Berkolaborasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *