Tiga Warga Teduh Dijemput Tim Covid-19

F JEMPUT

IST/RADAR MANDALIKA DIJEMPUT: Tim Pencegahan Covid-19 dari UPTD Puskesmas Darek, Kecamatan Prabarda saat menjemput langsung tiga warga Desa Teduh yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri, kemarin.

PRAYA—Ada tiga warga Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) dijemput tim medis pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) UPTD Puskesmas Darek. Dari tiga warga itu, dua diantaranya merupkan warga yang pulang dari Kabupaten Goa, Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat, 27 Maret lalu dalam rangka mengikuti acara Tabliq Akbar Jamaah Tabliq. Dua warga itu yakni H. Ahmad, warga Dusun Jati dengan gejala demam, batuk dan pilek.

Berikutnya Misbah, warga Dusun Montong Muntik dengan gejala batuk dan pilek. Sedangkan satu warga lainnya yakni Sa’at, warga Dusun Jati baru pulang dari Malaysia pada Rabu, 18 Maret lalu. Adapun gejala yang dideritanya yakni demam dan batuk.

 “Tadi kita jemput langsung dari rumahnya bersma tim,” ungkap KUPT Puskesmas Darek, H Munawar usai melakukan penjemputan, kemarin.

Dikatakan Munawar , dua warga yang baru pulang dari Kabupaten Goa itu, tidak terdaftar dalam rilis pemerintah. Sehingga tidak terpantau kepulangannya. Hal tersebut membuat pihaknya tidak mengetahui cepat kondisi keduanya. Makanya, ketika pihaknya tahu, langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Teduh, Jumadil Awal yang sekaligus sebagai Satuan Tugas (Satgas) untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 Desa Teduh untuk dilakukan penanganan. Termasuk kepada satu warga yang baru pulang dari Malaysia itu. Ketiga warga itu katanya, langsung dibawa untuk melakukan pemeriksaan di Rumah Karangtina di Rumah Mutiara Indonesia (RMI) Bypass BIL. Oleh karena itu, terkait seperti apa hasil pemeriksaannya, pihaknya masih menunggu.

 “Ya kita berdoa saja, semoga ketiganya tidak positif dan kita juga dibebaskan dari wabah virus ini,” harapnya.

Ia menambahkan, terhadap gejala serupa yang dialami oleh warga di desa binaan lainnya, ia berharap agar Pemdes berkoordinasi dengan pihaknya di Puskesmas. Harapannya agar bisa dilakukan penanganan secepatnya. Namun demikian, untuk upaya pencegahan ia juga telah sampaikan agar Pemdes menekankan agar masyarakat berprilaku hidup bersih dan sehat. Termasuk menaati himbauan dan perintah pemerintah di atas. Baik pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Mohon Pemdes koordinasi dan komunikasinya kita diintensifkan,” tekannya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kades Teduh Jumadil Awal mengaku jika sejauh ini di desanya ada sekitar 18 orang yang baru pulang dari luar negeri maupun luar daerah. Dimana, dari 18 orang ini, tiga orang tersebut diakuinya memang sejak awal kurang sehat dan memiliki gejala seperti Covid-19. Makanya, beberapa hari lalu ia telah sampaikan ke pihak Puskesmas Darek. Namun karena minimnya Alat Pelindung Diri (APD), baru hari ini (kemarin, Red) bisa dibawa ke RMI. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Pemkab untuk lebih sigap dengan memberikan APD yang lengkap dan sesuai standar kepada tim medis Puskesmas. Agar ketika ada laporan seperti ini, bisa segera ditindaklanjuti.

“Tenaga medis di Puskesmas ini bersentuhan langsung dengan masyarakat di bawah ketika ada laporan. Sudah selayaknya diberikan APD lengkap agar bisa memberikan pelayanan tanpa ada rasa takut,” pintanya. (tar)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pintu Masuk ke TPA Pengengat Ditutup Warga

Read Next

Delapan Santri Dikarantina, ODP Terus Bertambah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *