Peter The. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Peter The, menyambut baik rencana optimalisasi Pelabuhan Senggigi sebagai pintu masuk utama pariwisata Pulau Lombok. Menurutnya, langkah ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekosistem pariwisata di kawasan Senggigi dan sekitarnya.

Keberadaan Pelabuhan Senggigi sangat vital bagi aksesibilitas wisatawan, terutama pengguna kapal cepat dari Bali. Terlebih infrastruktur dermaga (jetty) yang baru selesai dibangun mulai menunjukkan aktivitas kedatangan sejumlah kapal cepat.

“Saya melihat dermaganya baru jadi dan sudah ada beberapa speedboat yang langsung ke sini (Senggigi),” ujar Peter saat dikonfirmasi awak Media, Senin (20/4).

Pemusatan akses di Senggigi, diharapkan dapat membawa peluang bisnis yang lebih besar bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut. Peter berharap agar wisatawan tidak hanya sekadar melintas, namun mengetahui apa saja yang bisa mereka eksplorasi di Senggigi, baik keindahan alam maupun aktivitas wisatanya. Dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat (Lobar) dan Provinsi NTB untuk mempromosikan kembali Senggigi memiliki peran yang sangat penting. Ia berharap Senggigi bisa kembali ke masa kejayaannya pada era 1990-an sebagai primadona pariwisata NTB.

“Kami dari pihak hotel sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemda, komunitas lokal, dan warga sekitar untuk mengangkat kembali nama Senggigi,” tuturnya.

Daya tarik kawasan wisata seperti Pasar Seni Senggigi perlu menjadi perhatian. Meski konsep pasar seni tersebut sudah sangat baik, namun kurang adanya aktivasi seni.

“Pasar Seni itu konsepnya bagus, tapi kurang dipromosikan. Belum banyak aktivitas di sana, terakhir cuma Lebaran Topat saja. Namanya pasar seni, tapi aktivitas seninya kurang terlihat,” tambah Peter.

Penataan pantai Senggigi yang tengah dilakukan Pemda Lobar untuk area publik diapresiasi pihaknya. Termasuk penataan perahu nelayan yang sering sandar dipantai. Namun ia memberikan masukan terkait penataan pedagang asongan di area publik. Menurutnya, pedagang harus difasilitasi tempat yang layak agar wisatawan merasa nyaman dan tidak merasa terganggu saat sedang bersantai. Penataan yang rapi akan memudahkan pihak hotel untuk turut mempromosikan produk lokal kepada para tamu mereka.

Di sisi lain, Peter juga menyoroti pentingnya penambahan rute penerbangan internasional langsung ke Lombok. Saat ini, rute internasional masih terbatas dari Kuala Lumpur dan Singapura, sehingga wisatawan dari Eropa harus transit terlebih dahulu di Bali.

“Kita butuh dukungan dari pemerintah pusat dan Kementrian Pariwisata untuk menambah pilihan rute internasional. Jika akses penerbangan semakin mudah, dampaknya akan sangat terasa bagi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Lombok,” ucapnya.

Sementara itu, strategis dipersiapkan Sheraton Senggigi Beach Resort memikat wisatawan dengan beberapa paket unggulan. Pihaknya memberikan kemudahan bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan alam Lombok tanpa harus terbebani dengan perencanaan perjalanan yang rumit secara terpisah. Terutama dalam menyambut musim liburan di Indonesia maupun kedatangan wisatawan dari luar negeri yang mencari ketenangan di pesisir Senggigi.

“Menjelang musim-musim libur di Indonesia dan dari luar negeri, kita menyiapkan paket yang tidak hanya mencakup kamar saja. Jadi, kamar sudah termasuk makan malam (dinner), rencana perjalanan (plans), hingga aktivitas mereka selama menginap di sini,” bebernya.

Sheraton Senggigi juga memperluas jangkauan layanannya dengan memfasilitasi perjalanan wisata ke berbagai destinasi ikonik di Nusa Tenggara Barat. Para tamu dapat merasakan pengalaman otentik mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya lokal dengan standar pelayanan yang terjaga. Program ini mencakup pendampingan perjalanan yang memudahkan wisatawan menjangkau titik-titik wisata populer yang mungkin sulit diakses secara mandiri oleh wisatawan baru.

Pihak manajemen menekankan bahwa mereka sangat serius dalam menyusun program yang mampu merepresentasikan keindahan Lombok secara utuh. “Kita membuat program untuk tamu agar mereka bisa datang ke sini dan merasakan pengalaman di Lombok ini. Perjalanan mereka bisa melihat Nusa Tenggara Barat, bahkan ada paket yang kita buat sampai ke Sembalun pun ada,” tambahnya.

Penyediaan paket liburan di berbagai destinasi hingga ke wilayah Sembalun menunjukkan komitmen hotel mendukung diversifikasi destinasi wisata di Lombok. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *