Setiap Malam Ketua Demokrat NTB Digoda

F demokrat scaled

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA KOMPAK: Jajaran pengurus DPD Demokrat NTB dan 10 DPC se-NTB menunjukkan kekompakan.

MATARAM – Pengurus Demokrat NTB mulai digoda. Mereka diajak untuk ikut terlibat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang diinisiasi oleh sejumlah elit politik yang hendak merebut posisi Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dari kabar miring ini, nama orang di istana pun disebut-sebut. Salah satunya, Moeldoko. Namun sayang Demokrat NTB tak merespons.

“Hampir setiap malam saya dihubungi (oknum),” ungkap Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahalli Fikri, kemarin.

Tidak saja DPD, termasuk juga 10 DPC kabupaten kota tidak luput digoda agar ikut mendukung KLB. Katanya, setiap daerah mereka mempunyai operator (penghubung), tidak hanya orang NTB melainkan orang luar NTB yang ditugaskan masing-masing untuk menghubungi DPD maupun DPC.

“Di masing-masing daerah ada operator yang dibuat oleh mereka,” ungkap Mahalli.

“Saya tiap malam dihubungi dibujuk untuk Ikut KLB,” tambahnya.

Beruntung kata Mahalli, sampai sekarang kader Demokrat NTB masih solid. Tidak ada yang bisa dikecoh untuk menjadi penghianat.

“Inilah yang kami syukuri. Makanya hari ini kami ada syukuran ( dan doa bersama),”  kata pria yang juga Ketua Komisi V DPRD NTB itu.

Menurut Mahalli, tidak ada yang dilanggar oleh Ketum AHY. Hasil Kongres yang telah berjalan satu tahun kurang 12 hari itu sudah didaftarkan di Kemenkumham dan pengesahannya sudah masuk di arsip negara. Jika tujuan mereka untuk membesarkan partai malah dibawah kepemimpinan AHY hasil survei telah menunjukkan elektabilitas partai yang tinggi.

“Pak AHY tidak ada yang dilanggar. Kalau khawatir partai akan mengecil buktinya hasil (survey) nya baik,” tegas Mahalli.

Mahalli menegaskan, melihat kesolidan kader saat ini tidak mungkin akan ada yang ikut KLB. Di Jawa Tengah hanya kabupaten Blora yang ikut hal itu disebabkan mereka kecewa karena tidak dicalonkan sebagai calon Bupati.

Mahalli mengatakan, mereka yang mendorong agar KLB itu masuk dikepengurusan Demokrat namun mereka tidak memiliki hak suara. Mereka masuk di 99 nama yang dilibatkan SBY bersama Panci Rumangkang. Namun mereka tidak masuk sebagai konseptor pembangunan menyiapkan kebutuhan partai. Mereka masuk setelah semua itu rampung.

“Hakikatnya yang dirikan Demokrat itu SBY dan Panci Rumangkang. Tapi setelah selesai didirikan. Dicari 99 orang tapi mereka nggak pernah mikir,” sebutnya.

Ditanya nama Moeldoko yang dikabarkan ikut muncul dalam KLB itu dan ada nama Marzukie Ali yang kabarnya memanfaatkan situasi. Mahalli mengaku pihaknya tetap waspada. Malah Ketum dan SBY tidak akan anggap main-main. Mereka telah menyatakan diri akan turun gunung bersama DPD se Indonesia.

Diakuinya memang Moeldoko diendors ketika dicalonkan untuk Pilpres 2024 akan menang. Tetapi faktanya hasil survei Moeldoko hanya diangka 0,3 persen, sementara AHY diangka 11,7 persen.

“Untuk NTB alhamdulillah tidak ada yang terbujuk,” yakinnya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tinjau TPA, Wagub Jalan Kaki 2,5 Km

Read Next

Aparat Gabungan Pantau Bau Nyale

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *