Seribu Sapi untuk Lima Desa

F Kunjungan Dirjen

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID TURUN: Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Drh Makmun Junaiddin saat membahas program seribu ekor sapi di pendopo, Selasa kemarin.

PRAYA – Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan PKH Kementerian Pertanian Republik Indonesia, turun mengkroscek kesiapan dan koordinasi persiapan bantuan seribu sapi di Kabupaten Lombok Tengah.

Program Peternakan dalam pemenuhan kebutuhan daging dan perekonomian masyarakat skala nasional dari Kementrian Pertanian dan Peternakan seribu desa seluruh Indonesia tahun 2020, mengingat kondisi Lombok Tengah dengan kesiapan lahan pakan rumput dan kandang.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Drh Makmun Junaiddin mengatakan, pihaknya yang turun lansung yang mengecek persiapan program bantuan seribu ekor sapi yang akan di distribusikan di lima desa penyangga KEK Mandalika. Untuk pengelolaanya dilakukan dengan program penggemukan 500 ekor dan dijadikan indukan 500 ekor. Pihaknya berharap supaya masyarakat bahu-membahu bersama pemerintah mesukseskan program.

“Program ini merupakan program super prioritas dalam rangka pemenuhan kebutuhan daging skala nasional, ” bebernya di pendopo bupati, kemarin.

Dari bahan pakan yang sangat melimpah merupakan modal besar dalam program pengembangan sapi yakni sekitar 60 persen. Dalam program multiplayer efek merupakan satu kesatuan perputaran ekonomi masyarakat dari hulu sampai hilir bisa berjalan maksimal mengingat kotoran dan pakan bisa menjadi ladang bisnis apabila dikelola dengan baik.

“Masyarakat harus lebih semangat dalam berternak mengingat lajunya ekonomi masyarakat lebih tinggi di masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Bupati Lombok Tengah, Moh Suhaili FT mengatakan, program pemberdayaan ini merupakan upaya pemerintah menjamin tercukupinya kebutuhan di KEK Mandalika sebagai multiplayer effect, sehingga memicu tumbuh dan berkembangnya sektor-sektor lain menjadi sebuah peluang yang harus dikembangkan kemudian dikelola dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat .

Kata Suhaili, pihaknya akan terus mengusahakan dari hulu sampai hilir merupakan bagaimana maksimalisaai potensi masyarakat dalam perekonomian dari hulu sampai hilir.

“Lombok Tengah ini harus memiliki pabrik pakan yang terpusat untuk peternak, adanya rumah potong dan kandang pembesaran dan tidak kalah penting yakni pemanfaatan limbah yang dapat diubah bernilai ekonomis, ” katanya.

Bupati menyampaikan, masyarakat akan diberikan maksimalisaai peran bagaimana bukan hanya mengelola pembesaran, pemotongan, atau bahkan pemanfaatan limbah kotoran menjadi pupuk tapi akan mampu memenuhi kebutuhan daging sapi mengingat NTB merupakan daerah dengan kiat saat ini menjadi swasembada daging.

“Sebelumnya kan kita sudah panen sapi pedet,” pungkas Uhel.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sebut UU Omnibus Law Dipesan Investor

Read Next

Usai Demo, Bantu Pemulung Pilah Sampah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *