Serapan Anggaran, Lotim Masuk Sepuluh Besar di Indonesia

F Rakor dan evaluasi

PKP SETDA LOTIM FOR RADAR MANDALIKA EVALUASI : Bupati dan Wabup Lotim, saat melakukan rakor dan evaluasi pelaksanaan APBD Lotim tahun 2020, di Rupatama kantor Bupati Lotim, kemarin.

LOTIM – Hari pertama masuk kantor, usai sembuh dari virus korona, Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy, kemarin langsung masuk kantor. Kemarin di ruang rapat utama kantor Bupati Lotim, didampingi Wakil Bupati (Wabup), orang nomor satu di Lotim ini, langsung memipin Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lotim tahun 2020. Dalam evaluasi itu pula, ikut hadir Kepala kantor Perbendaharaan Negara Provinsi NTB. Dalam rakor itu, disebutkan Bupati serapan anggaran Lotim, masuk sepuluh besar di Indonesia.

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, menyebutkan, sesuai data yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim per (5/10) lalu, jumlah pendapatan daerah yang diterima Lotim, sudah mencapai 79,58 persen atau sekitar Rp 2 triliun lebih. Tingginya serapan anggaran daerah ini, tidak lepas dari peran serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Atas prestasi membanggakan itu, pihaknya memberikan apresiasi tinggi pada semua kepala OPD, yang telah membantunya bekerja keras. Sehingga, pendapatan daerah menunjukkan persentase yang baik.

“Alhamdulillah, serapan anggaran per triwulan tiga ini, kita lombok timur menduduki peringkat sepuluh besar serapan realisasi anggaran dari 514 Kabupaten dan Kota di Indonesia,”tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lotim H Rumaksi Sj, menekankan pada semua OPD, tidak merasa puas dengan peringkat Lotim dalam hal serapan anggaran tersebut. akan tetapi, OPD ditekankannya juga untuk memiliki tekad kuat, dalam upaya memenuhi realisasi APBD ini kedepan.

“Tingkatkan koordinasi dan sinergi antar organisasi perangkat daerah, sehingga target penyerapan anggaran dapat terpenuhi,”tekannya.

Ia menegaskan, jika ada OPD yang tidak dapat memenuhi realisasi penyerapan anggaran daerah, baik berupa Dana Alokasi Umum (DAU), mau pun Dana Alokasi Khusus (DAK), seta tidak dapat menunjukkan peningkatan secara kualitas dan kuantitas, orang nomor dua di Lotim ini langsung memberikan warning. Tidak tanggung-tanggung, warning tersebut berupa reshuffle (mutasi).

“Kalau tidak dapat menunjukkan peningkatan dalam hal serapan anggaran, bersiap-siaplah untuk menghadapi reshuffle (mutasi),”pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

GAM UGR Lempari Kampus dengan Telur

Read Next

JATI Ancam Lapor Dinsos-BRI Cabang Praya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *