Realisasi Pajak Hotel di Kota Mataram Baru 3,5 Miliar

Hotel scaled

RAZAK/RADAR MANDALIKA TAMPAK SEPI: Pengenda sepeda motor melintas di depan salah satu hotel yang berada di Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM – Realisasi penerimaan pajak hotel di Kota Mataram baru mencapai Rp 3,5 miliar dari total target tahun 2021 sekitar Rp 16 miliar. Realisasi pajak hotel diharapkan bisa mencapai angka target tahun ini meskipun situasi kondisi di tengah masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, HM Syakirin Hukmi mengungkapkan, realisasi perolehan pajak hotel sepanjang Januari-Febuari tahun ini sudah menembus angka Rp 3,5 miliar atau 20 persen dari total target. Dampak positif dari tingkat okupansi atau kunjungan hotel terhadap perolehan pajak daerah tersebut belum terlihat hingga saat ini.
“Kalau saya lihat masih standar setoran dari bulan Januari sampai Maret ini. Untuk bulan Maret ini, pajak hotel Rp 1,3 miliar dari setoran bulan Febuari,” kata dia, kemarin.
Syakirin mengakui bahwa besaran realisasi perolehan pajak hotel di sepanjang Januari-Febuari sebesar Rp 3,5 miliar atau 20 persen ini belum sesuai harapan karena dibawah target yang diinginkan. “Sebenarnya kami inginnya dapat 25 persen, tetapi sekarang posisinya hanya 20 persen. Posisi itu masih dibawah harapan,” ungkap dia.
Syakirin tidak menyebutkan apa faktor penyebab angka realisasi pajak hotel untuk bulan Januari-Febuari yang ternyata dibawah target. Sementara untuk perolehan pajak di bulan Maret ini belum diketaui pasti. Angka pastinya nanti bisa diketahui pada awal bulan depan. Kemudian perolehan pajak di bulan April akan diketahui pada bulan berikutnya, dan begitu seterusnya.
“Ndk tau sekarang setelah bulan Maret ini. Perolehan Maret ini kan baru kita lihat di April,” kata dia. Semari berharap perolehan pajak daerah bisa sesuai harapan. Untuki itu, pihaknya tetap memantau perkembangan kondisi hotel dan restoran di tengah masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.
Lebih lanjut disinggung terkait realisasi penerimaan pajak restoran sepanjang Januari-Febuari. Syakirin menyebutkan, perolehan pajak restoran baru mencapai Rp 5,2 miliar atau 20 persen dari total target tahun ini sebesar Rp 22 miliar. Kondisinya tidak jauh beda dengan perolehan pajak hotel.
Namun begitu, dia menilai sektor restoran tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19 dibanding dengan sektor perhotelan. Syakirin menggambarkan, sebelum terjadi pandemi, target pajak restoran di tahun 2020 mencapai Rp 26 miliar turun jadi Rp 24 miliar atau 15 persen karena pandemi. “Tetapi yang terdampak besar itu adalah hotel,” kata dia singkat. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kejari Praya Komit Wujudkan WBK dan WBBM

Read Next

Melihat Kreativitas Pemuda Kuripan di Tengah Pandemi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *