Proyek Eceng Gondok Musiman Disorot

F proyek

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID SOROT: Salah satu alat berat sedang menggeruk eceng gondok di Bendungan Batujai, kemarin.

PRAYA-Untuk kesekian kalinya, proyek musiman pembersihan eceng gondok di Bendungan Batujai disorot banyak pihak. Kuat dugaan tidak transparan dalam pelaksanaan proyek bersumber APBN ini. Plang papan pengumuman proyek tidak terpasang, hal ini menyebabkan timbulnya dugaan kecurigaan warga.
“Kenapa tidak dimanfaatkan tenaga kerja lokal, berapa banyak warga Panjisari yang memiliki dum truk, kenapa mereka tidak diberdayakan,” ungkap Ketua LSM Jaringan Advokasi dan Tindak Pidana Korupsi Nusa Tenggara Barat (JATI NTB), Adam Husen di lokasi proyek, Kamis kemarin.

Dia menurutnya, sejak beberapa tahun pihak BWS tidak pernah ada tranparansi dalam proyek pembersihan eceng gondok ini, dia menduga hal ini terjadi karena ada dugaan permainan di dalam internal BWS NT 1.
“Kami sudah pertanyakan kepada yang bersangkutan, namun mereka tidak mau transparan,” sebutnya.

Sadam Husen juga mempertanyakan terkait adanya penyertaan anggaran dari APBN sebesar 76 miliar untuk pengadaan alat berat pada proyek tersebut.
“Karena tertutup kita curiga terhadap proyek tersebut,” katanya.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, JATI NTB meminta Kapolres bahkan Kapolda NTB untuk mengusut tuntas proyek pembersihan eceng gondok di Bendungan Batujai. Termasuk meminta Kejaksaan Negeri Praya dan Kejaksaan Tinggi NTB bahkan BPK RI agar mengaudit anggaran pembersihan eceng gondok.
ā€œDari tahun 2016 sampai dengan 2021,ā€ katanya.

sementara itu, Humas BWS NT 1 Abdul Hanan menjelaskan dalam hal pengelolaan bendungan terdapat dua model, yakni pemeliharaan rutin dan ada pemeliharaan swakelola. Begitu pula terkait informasi keterbukaan publik ada hal yang boleh dan tidak bisa diketahui oleh halayak ramai.
“Ada yang boleh, ada juga informasi yang dikecualikan,” jawabnya.

katanya, LSM tidak boleh melewati tugas aparatur negara seperti kepolisian, juga tugas auditor yang wewenang BPKP.
Berkaitan dengan anggaran 76 miliar, Sahnal sebagai kepala pelaksana teknis BWS NT 1 membenarkan hal tersebut. Dijelaskannya anggaran tersebut digunakan pengadaan alat berat dan galian sedimentasi di dua bedungan yakni, Bendungan Batujai dan Bandungan Mamak Sumbawa. Kedua bendungan di NTB tersebut berumur sudah lebih dari 30 tahun sehingga membutuhkan pemeliharaan dalam waktu dekat.

“Bukan kapasitas saya untuk menjelaskan itu secara detail,” katanya.

Berkaitan dengan pengelolaan pembersihan eceng godok di Bendungan Batujai pihaknya menjelaskan hal ini dilakukan secara swakelola. Penganggaran juga sebutnya hanya pada solar dan alat berat untuk mengakat eceng gondok tersebut.
“Kami drop solar non subsidi, sehingga kami tampung di sini dan mengeluarkan sejumlah yang dibutuhakan,” terangnya.
Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pihaknya menjelaskan sejak lama mengunakan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat sebutnya menjadi perhatian agar mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Tahun 200 membuat eceng gondok jadi pupuk organik, pengolahnya di Prapen mangkrak, 2016 datangkan ikan pemakan eceng gondok habis dipancing,” jelas dia. (ndi/tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Petinggi Kemenparekraf Harap dukungan Bupati Loteng

Read Next

Kemenag NTB Gelar Bimtek

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *