Pikap Terjun Bebas di Pusuk Sembalun, Sopir Tewas

F TERJUN KEJURANG

LOTIM – Sebuah mobil pikap jenis Grandmax, Nomor Polisi (Nopol) 8202 HI, terjun bebas ke jurang sedalam 100 meter lebih. Setelah sempat menabrak sepeda motor wisatawan lokal yang terparkir di pinggir jalan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sopir pikap yakni Hajar alias Amaq Sulas, 45 tahun asal Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Lombok Timur (Lotim), tewas setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Suela.

Kondisi mobil yang dikendarai korban, hancur berkeping-keping. Sedangkan sepeda motor jenis Yamaha Mio dengan nopol DR 2682 YR, juga ikut rusak. Puluhan warga yang ada di Pusuk Sembalun, berbondong-bondong membantu korban.

Kronologis kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang merenggut nyawa sopir pikap tersebut, ketika itu korban mengendarai mobilnya dan melaju dari arah Sembalun menuju arah Suela. Sekitar pukul 08.30 Wita, begitu sampai di Pusuk Sembalun dan turun tanjakan pertama Pusuk yang terdapat langsung tikungan, mobil yang dikendarainya tiba-tiba lepas kendali dan oleng ke kanan.

Olengnya kendaraan pikap itu, langsung menabrak sepeda motor salah satu wisatawan lokal yang terparkir di dekat bahu jalan. Begitu menabrak, mobil pikap itu langsung terbang dan terperosok ke jurang sedalam 100 meter lebih. Sepeda motor warga itu pun juga ikut terbang mengikut pikap korban. 

Beruntungnya saat kejadian, warga yang melihat mobil dikendarai korban dan tanpa penumpang itu, langsung lari menyelamatkan diri. Evakuasi korban langsung dilakukan masyarakat yang berada disektiar TKP. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Suela. Namun setiba di Puskesmas, korban langsung dinyatakan tewas.

Polsek Sembalun yang mendapat informasi lakalantas itu, langsung mendatangi TKP. Demikian juga dari Unit Lakalantas Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Lotim, juga langsung menuju TKP, sekaligus olah TKP. Disimpulkannya, lakalantas terjadi bukan karena Out Control (OC), karena menabrak kendaraan yang terparkir di sekitar TKP.

Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Panca Warsa, mengatakan, lakalantas merenggut nyawa itu terjadi, diduga karena sopir lalai, dan kurang hati-hati saat mengendarai kendaraannya. “Dugaan sementara sopir lalai dan kurang konsentrasi, sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan dan menyebabkan terjadinya lakalantas,” jelasnya.

Mengingat jalur menuju dan dari Sembalun cukup rawan sebab banyak tanjakan dan tikungan, ia berharap pengendara tidak membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. Khususnya pengendara roda dua, harus melengkapi diri dengan pengaman seperti helm.

 “Tingkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan, saat berkendara dari dan menuju Sembalun. Sehingga, tidak terjadi lakalantas,” imbau mantan Kasat Lantas Polres Lombok Barat ini. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kadis Sosial Loteng Ngaku Tak Ada Intervensi dan Pesanan

Read Next

Pemkab Lotim Tetap Tekan Penyebaran Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *