Petugas Marshall Tak Diberikan Makan Minum, Gubernur Ngaku Tidak Tahu

  • Bagikan
F gubernur
ARIF/ RADARMANDALIKA.ID Zulkifliemansyah

MATARAM – Gubernur NTB, H. Zulkifliemansyah mengaku tidak tahu soal petugas marshal di Sirkuit Mandalika tidak diberikan makan dan minum. Demikian juga soal kejelasan gaji mereka seperti apa. Sebab secara tehnis yang paham adalah pihak MGPA.

Zulkieflimansah menerangkan, atas kejadian Minggu sore kemarin ditundanya perhelatan MotoGP junior 2021. Diakuinya semua ini menjadi pembelajaran karena ada ketidak sempurnaan, apalagi kita punya semangat untuk memberdayakan masyarakat lokal.

“Mana ada orang pas langsung turnamen besar langsung jago kan tidak pasti ada kesalahan dan ketidak sempurnaan, yang penting kita maknai kekurangan ini sebagai akselerasi pembelajaran. Sehingga pada momen seterusnya di WSBK tanggal 19 sampai 21 kemudian playstar nanti ada pada bulan Februari dan MotoGP kita sudah mengakumulasi berdasarkan masukan-masukan atau kelemahan-kelemahan,” terangnya kepada media, Senin kemarin.

Bagi Bang Zul, ini adalah masukan bagi kita agar lebih realistis juga dalam hal-hal yang tidak bisa dipaksakan untuk orang lokal, kalau kebutuhan mendesak kita harus terbuka menerima saudara kita yang lain.

“Jadi kalau yang sudah ahli satu itu dan orang lokal sebagai pembelajaran di kemudian hari ini juga menjadi untuk kita terus bersinergi, tugas kita pemda menjembatani kalau marshall bilang ada komunikasi yang kurang lancar,” jelasnya.

Sementara soal petugas marshall yang kemarin sudah selesai direkrut dan  sudah siap di lapangan, soal hal teknisnya Bang Zul ngaku tidak mengetahui. Karena itu ranah MGPA.

“Tentunya teknisnya kami tidak tahu dan penyelenggara inikan MGPA,” sebutnya.

Sementara untuk berita petugas marshall yang digaji dan tidak diberi makan minum, gubernur mengaku juga baru ia ketehui. “Karena memang awalnya dimaknai tidak ada penonton,” tuturnya.

Sementara itu, di Pendopo Gubernur Managing Director PT. ITDC, Bram Subiandoro kepada media mengatakan, pihaknya sejauh ini sedang berkoordinasi dengan pihak Dorna Sport dan MGPA terkait pengunduran balap kemarin.

Soal siapa punya inisiatif mengunudrkan itu, Bram menyatakan bahwa dalam sebuah resensi itu yang memegang kendali adalah dorna dan FIM. Dimana, ada Safety koordinator dialah yang menentukan apakah sebuah race bisa dilaksanakan atau tidak.

“Kami sedang berkordinasi dengan Dorna dan MGPA,” katanya.

Dilejaskan Bram, gelaran IATC atau MotoGP junior bukan dibatalkan namun ditunda sehingga pihaknya masih diberi waktu untuk memperbaiki apa pun yang harus diperbaiki. Untuk tanggal 19 November nanti karena  diberi waktu 4 sampai 5 hari untuk menyelesaikan permasalahan atau apapun yang diminta oleh FIM dan Dorna untuk bisa diselesaikan.

“Karena kita memang masih belajar jadi mereka melihat masih ada yang harus dibetulkan,” jawab Bram.

“Kalau soal marshall saya no comment,” sambungnya.(rif)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *