Perebut Partai Golkar di NTB

img1614646406072

DOK/RADAR MANDALIKA DARI KANAN: H Moh. Suhaili FT, H Ahyar Abduh, Mohan Roliskana, Indah Dhamayanti Putri, Sari Yuliati dan Baiq Isvie Rupaeda merupakan bursa calon Ketua Golkar NTB.

Musda Akan Dihelat Hari ini di Mataram

MATARAM – Jadwal Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (Golkar) NTB sudah ditetapkan. Hari ini akan berlangsung Musda di Mataram. Jelang detik-detik musda, sejumlah petarung baru bermunculan. Misalnya, H Mohan Roliskana dan Indah Dhamayanti Putri. Sementara kandidat lama muncul yakni, H Moh. Suhaili FT mantan Ketua DPD I Golkar NTB. demikian juga mantan Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh.

Terbaru muncul juga Sekretaris DPD I Golkar NTB yang juga ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Demikian juga pengurus DPP Golkar yang merupakan anggota DPR RI Dapil NTB II (pulau Lombok), Sari Yuliati.

“DPP belum berikan (arahan) siapa siapa (jadi ketua),” ungkap Misbach saat ditemui di sela-sela persiapan Musda, kemarin di Mataram.

“Dulu Ahyar direkomendasikan (DPP). Apakah masih itu atau tidak kita (kami) belum tahu (sekarang),” tambahnya.

Misbah mengatakan, pelaksanaan Musda tersebut oleh DPP diminta agar berlangsung secara aklamasi seperti Provinsi lainnya di Indonesia.

“Keinginan DPP aklamasi seperti provinsi lain,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD NTB itu.

Pelaksanaan Musda itu akan dihadiri langsung oleh beberapa pengurus DPP. Pihaknya telah menyiapkan pelaksanaannya sudah 100 persen mulai dari tempat, materi Musda hingga penerapan Protokol kesehatan Covid-19.

“Tinggal pelaksanaannya besok sore,” katanya.

Meski semua mekanisme Musda telah mereka siapkan, namun semuanya tergantung dinamika yang ada. Malah dirinya bersyukur jika Musda itu bisa berlangsung secara aklamasi.

“Harapannya DPP ada aklamasi, tapi mudah mudahan lah karena kalau aklamasi nggak ada kerjaan lebih panitia,” katanya.

Terkait dengan sejumlah kader yang bermunculan itu, Misbach enggan bicara panjang lebar. Dirinya memastikan nama nama yang muncul itu merupakan kader terbaik yang punya peluang untuk memimpin.

” Pak Suhaili, Mohan, Indah mereka kader terbaik dan punya peluang untuk memimpin termasuk pak Misbcah (dirinya). Semua layak,” ujarnya.

Pantauan wartawan Radar Mandalika ada yang berbeda dalam Musda tersebut. Panitia pelaksananya berganti. Sebelumnya sebagai ketua panitia yang ditunjuk Ahmad Fuadi FT. Namun justru saat ini sebagai pelaksananya Misbach dan Satriawandi. Keduanya tidak masuk di barisan gerbong Fuaddi waktu itu. Isvie Rupaeda selaku sekretaris DPD I Golkar NTB justru hilang. Berkali kali koran ini meminta keterangannya via ponsel tidak direspons.

“Konsolidasi internal itu nggak ada. (Dikonci Mohan?) belum ada. Pokoknya calon ketua ini gelap, masih gelap,” ungkap Miscbah.

Senada dengan Misbah ketua panitia pengarah, Satriawandi pun membenarkan DPP berharap ada terjadi musyawarah mufakat sehingga bisa menghasilkan kesepakatan aklamasi.

“Harapannya sih begitu karena seluruh Musda di Indonesia ujung-ujungnya musyawarah mufakat. Kalau sudah Musyawarah mufakat ujungnya aklamasi maksudnya,” kata Satriawandi dikonfirmasi terpisah.

Secara normatif Musda sudah disiapkan. Setelah dibuka DPP, baru diumumkan pembukaan pendaftaran bagi kader yang berminat maju.”Cuma kita lihat dinamikanya seperti apa,” katanya.

Untuk menjadi calon harus mengantongi minimal 30 persen pemilik suara dari jumlah 16 pemilik suara. Pemilik suara itu 10 suara untuk DPD II kabupaten kota, suara DPD I NTB, DPP, Dewan Pertimbangan Partai, organisasi sayap AMPG/KPPG 1 suara, dua ormas pendiri partai dan ormas yang didirikan partai Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

“Masing-masing satu suara,” katanya.

“Mendaftar tidak dibatasi. Yang penting memenuhi syarat,” sambungnya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Insentif Tak Jelas, Nakes Loteng Gigit Jari

Read Next

Berikan Alquran, Tahanan Diajak Taubat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *