Penyaluran BST di Ungga Dilaporkan

f AAA Laorkan

IST/RADAR MANDALIKA LAPORKAN: Muhammad Apriadi Abdi Negara saat menyerahkan berkas laporan kepada staf Bawaslu Loteng, Rabu kemarin.

PRAYA – Penyaluran Bantuan Social Tunai (BST) di Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya bakal berbuntut panjang. Pasalnya, penyaluran uang tunai disertai pemberian stiker paslon Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah Pathul-Nursiah, sudah dilaporkan ke Bawaslu, Rabu sore oleh warga setempat.  

Pelapor, Muhammad Apriadi Abdi Negara. Dalam laporannya, Abdi mengaku telah ditelepon oleh keluarga penerima program BST. Warga mengatakan, pada saat pembagian uang BST di kantor desa juga diberikan stiker paslon.

Abdi mendapat informasi, Kades Ungga telah menginstruksikan warga yang mendapat bantuan untuk mencoblos nomor 4 sekaligus diberikan stiker paslon. Untuk itu, pihaknya sore kemarin melaporkan tindakan kades tersebut ke Bawaslu untuk ditindak lanjuti sebagaimana prosedur pengawasan.

Abdi menyebutkan, untuk memperkuat laporan tersebut dalam waktu dekat dirinya akan menghadirkan empat orang saksi dari pihak yang mengaku telah diinstruksikan oleh kades untuk memilih paslon nomor 4, dan sekaligus melihat kades tersebut membagikan stiker ke para penerima bantuan.

 “Jadi setelah saya mengirim laporan, nantinya saya akan hadirkan saksi sore ini (kemarin, red) untuk memperkuat argument dalam laporan saya,” tegasnya.

Selain temuan dan informasi yang dia dapat sendiri, Abdi juga menyebut bahwa pihak panwascam juga telah menjadikan persoalan tersebut sebagai temuan.

Sementara, Kades Ungga, Suasto Hadi Putro Armin yang dikonfirmasi mengatakan, apa yang beredar di media sosial saat ini disebutnya fitnah.

Cerita yang sebenarnya, pihak dari pemerintah desa telah membagikan undangan untuk pengambilan BST tahap sembilan di kantor pos. “Jadi masyarakat diminta ke kantor desa untuk mengambil undangan. Selepas di kantor desa kami tidak bertanggung jawab lagi terkait kegiatan apa yang mereka lakukan,” klitnya. Menurut kades, bisa saja ada pihak yang memanfaatkan momentum kemarin untuk melakukan kegiatan kampanyenya dan mengatasnamakan pemerintah desa.  “Kan bisa saja mereka nyuruh orang untuk foto dan menyebarluaskan ke medsos,” katanya.

Pada intinya, tidak ada sama sekali instruksi dari pemdes terkait hal tersebut. Aturan kan sudah jelas, pihaknya sebagai kades sudah jelas tidak boleh menguntungkan salah satu paslon. “Logikannya di tempat itu kan orang ramai, masa kita berani bagi stiker dan suruh foto disitu,” katanya.

Kades juga menanggapi laporan yang dilayangkan warganya ke Bawaslu, dia menyebutkan sah saja. Namun, semestinya pihak pelapor ini harus melakukan filterisasi terlebih dahulu agar apa langkah yang mereka tempuh ini tidak menimbulkan gejolak berkepanjangan. Oleh karena itu, dia mengajak untuk mari berpolitik dengan dewasa dan menjaga kondisi pilkada di masa pandemi ini, tetap aman dan nyaman.

“Jangan sampai kondusifitas di desa juga ikut terganggu oleh oknum yang ingin mengacaukan situasi,” sebutnya.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dewan Perjuangkan Insentif Honorer OPD

Read Next

Kampus Zero Waste, Punya Bank Sampah Daring hingga Bayar SPP dengan Sampah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *