Pengamat: Tiga Aktor di Balik Pilkada Loteng

F Ilustrasi 2

Ilustrasi

MATARAM – Pengamat politik dari Mataram lebih serius menganalisa perhelatan politik di Kabupaten Lombok Tengah. Dari lima bakal pasangan calon, ada tiga representasi tokoh yang akan berlaga. Yakni, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah yang mendukung paket Masrun-Habib, Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT yang mendukung paket Pathul-Nursiah dan Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi yang tentunya bertanggung jawab memenangkan istrinya, paket Lale-Sumum.

Pengamat Politik asal Universitas Islam Negeri Mataram, Agus mengakaui, tiga aktor akan berkompetisi. Dengan kompetisi tiga aktor berkuasa itu berdampak pada beberapa hal.

Kata Agus, pertama melihat kompetisi Pilkada Loteng 2020 akan menjadi barometer kompetisi Pilgub 2024 mendatang. Karena Loteng memiliki jumlah pemilih terbesar kedua setelah NTB. Pada pemilu terakhir 2019 yang lalu jumlah pemilih Loteng 760.482 jadi nomor dua setelah Lotim, dimana jumlah pemilih Lotim 906.094 jiwa.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2024, tergantung dari hasil pemenangan di Lombok Tengah. Jika Lale menang maka boleh jadi Zulkieflimanyah berpasangan dengan Gita Aryadi. Jika Suhaili terpilih menjadi calon DPD I NTB, maka boleh jadi Suhaili maju kembali sebagai calon gubernur.

“Jika Pathul-Nursiah menang maka dapat berpotensi mendukung suara Suhaili di Pilgub 2024,” sebut Agus, kemarin.

Kedua kompetisi politik Loteng akan semakin keras dan perbedaan hasil pemilu bisa akan sangat tipis. Gubernur sebagai ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB tentu akan mengeluarkan energi sekuat mungkin agar calon yang diusung bisa menang. Begitu pun dengan Suhaili, sebagai politisi ulung di NTB apalagi merupakan ketua Golkar NTB tidak mau kalah di kandang sendiri. Termasuk juga Gita, dia sebagai pemangku tertinggi birokrasi di NTB.

Ketiga kompetisi Pilkada Loteng berdampak pada menguatnya politisasi ASN, sebab pada dasarnya pada semua paslon ada unsur birokratnya. Polarisasi ASN ini dapat mengganggu pelaksanaan agenda reformasi birokrasi di Loteng.

“Ini tantangan bagi Bawaslu, tentu saja tidak hanya Gita tetapi juga pengerahan ASN oleh paslon. Semua paslon punya potensi untuk melakukan pengerahan ASN,” yakin Agus.

Terkait kondisi ini, Bawaslu diberi tugas khusus oleh UU untuk melakukan pengawasan pelibatan setiap orang yang dilarang terlibat dalam kampanye Pilkada, salah satu yang dilarang dilibatkan adalah ASN.

“Ini tantangan besar bagi Bawaslu dalam tugasnya mengawasi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah mendorong para calon Kepala Daerah (Kada) agar menawarkan ide dan gagasan cara melayani masyarakat dengan sesungguhnya.

Gubernur mengatakan, kontestasi Pilkada bukan perang yang harus melukai dan penuh dengan caci dan kata kata kasar.

Dia mendorong calon Kepala Daerah agar menawarkan gagasan dan cara melayani masyarakat dengan ikhlas dan sepenuh jiwa. “Diperlukan kerendahan hati dan pengorbanan luar biasa untuk menjadi pelayan masyarakat,” kata Bang Zul.

Gubernur juga mengingatkan para tim sukses (timses) agar tidak menghabiskan energi yang berlebihan, apalagi sampai menyita pikiran dan perasan dengan persoalan politik dan kekuasaan.

“Jangan sampai kita sibuk teriak teriak, tapi orang lain bekerja di tempat kita dengan sungguh-sungguh dalam sunyi untuk kemudian menguasai bumi di mana kita berpijak dan akan dikuburi,” katanya.

Gubernur menyampaikan ucapan selamat bagi mereka yang telah lolos di tahap pendaftaran. “Buat para calon calon Kepala Daerah yang sudah mendaftar dan mau mendaftar, selamat dan sukses berpartisipasi dalam pesta demokrasi kita,” ucapnya.

Adapun daerah akan melaksanakan Pilkada. Kota Mataram, Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu dan Kabupaten Bima. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

HBK Minta Cakada Jagoan Gerindra Bertarung Secara Ksatria

Read Next

Mengenal Baiq Anisa Dwiz Otafia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *