Pemkab Minta Bantuan Pusat Kembangkan Gili Gede

F GILI

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA KEINDAHAN: Beginilah keindahan kawasan Gili Gede Kecamatan Sekotong.

LOBAR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) meminta bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk pengembangan Gili Gede Sekotong menjadi kawasan wisata. Bahkan Sekda Lobar bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung datang ke kementerian terkait untuk meminta sokongan anggaran.

Lantaran anggaran pada APBD Lobar untuk pengembangan kawasan wisata itu terpaksa direcofusing. Sebagai dampak pandemi covid-19 yang menyerang tahun ini. “Terkait pembiayaan untuk penataan Gili Gede, kita minta bantuan ke pusat,” jelas Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Arthadana, kemarin.

Hasil ke Jakarta itu diungkapkan Made, salah satu masukannya untuk penyempurnaan master plan supaya lebih rill. Kemudian beberapa item infrastruktur dasar yang akan dibangun, termasuk bagaimana sharing APBD. Dikatakan, terdapat beberapa item infrastruktur yang akan dibangun. Mulai pembangunan jalan poros tengah sepanjang 5 kilometer dan lingkar 15 kilometer.

“Jalan poros yang sudah dibangun tahun 2019 lalu 90 persen sudah terbentuk, Tinggal beberapa titik belum,” ungkapnya.

Selain itu dalam perencanaan, akan dibangun tiga unit dermaga. Satu dermaga umum yang dibangun oleh pengusaha. Tak hanya itu, akan dibuat pula landmark hingga perkantoran terpadu. Kemudian pasar nelayan, pengelolaan sampah d ibawah koordinasi Dinas LH. Serta kelengkapan lainnya, seperti Tourism Information Center (TIC). “Kalau tidak salah ada enam poin itu, dan semua sudah disetting,” ujarnya.

Sejauh ini, beberapa Infrastruktur sudah disiapkan seperti listrik. Lampu penerangan jalan umum (PJU) pun sudah dibangun. Hanya saja permasalahan yang menjadi kendala di Gili, kata Made, terkait kebutuhan suplai air bersih. Untuk mengatasi permasalah itu, pihaknya sudah membuat perencanaan pemasangan pipa bawah laut. Rencanya suplay air dari darat Tembowong ke Gili Gede melalui bawah laut.

“Karena menurut Perbup, di kawasan Gili Gede tidak boleh dibangun sumur bor. Yang boleh sumur dangkal. Sehingga untuk suplai air harus dari darat,” bebernya.

Meski sudah menemukan cara untuk menyuplai air bersih, pihaknya masih terkendala sumber airnya. Terkait itu dalam perencanaan, PUPR akan melakukan uji geolistrik guna mencari beberapa sumber mata air untuk membuat sumur bor.

“Karena kalau persoalan instalasi clear bisa lewat pipa bawah laut. Karena di lintasan bawah laut ke Gili Gede, ternyata sudah ada bule memasang pipa bawah laut untuk suplai air. Bule ini membuat sumur bor di darat kemudian menyedot menggunakan pompa melalui bawah laut ke Gili,” imbuhnya.

Alternatif lain jelas dia, untuk sumber air menunggu Bendungan Meninting disuplay oleh PDAM meski perlu waktu. Diakuinya, persoalan air bersih ini kunci pokoknya ada di sumber air. Sebab pihaknya tidak berani membangun instalasi pipa bawah laut tanpa ada sumber air untuk disuplay ke Gili Gede.

Sebenarnya bisa saja pengadaan air dilakukan pihak swasta. Namun tentu investor berhitung konsumen, Kalau konsumen banyak maka investor pasti akan membangun alat suling air. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

KPUD Dinilai Tak Terbuka Rekrut Tim Pelipat Surat Suara

Read Next

Belajar Tatap Muka di Mataram Awal 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *