DENPASAR – Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Bali Nusra melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar Bali, Jumat (24/04).
Kunjungan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan bimbingan pengembangan Perguruan Tinggi Islam (PTI) di bawah binaan Kopertais.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Kopertais Bali Nusra Prof Muhammad Sai menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dosen, sebagai langkah strategis dalam mendorong kemajuan kelembagaan.
“Selain silaturahmi, kami juga memberikan materi terkait peningkatan kapasitas SDM dosen. Mengingat STAI Denpasar tengah berproses menuju transformasi menjadi institut. Maka dosen perlu didorong untuk mempercepat kepangkatan dan karir akademiknya,” ujar Prof Sai.
Ia menekankan bahwa jenjang karir dosen menjadi salah satu syarat penting dalam proses alih status dan pengembangan perguruan tinggi. Selain itu, kualitas dosen harus terus ditingkatkan dengan mematuhi regulasi terbaru, terutama dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Semua aktivitas Tridharma PT harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan penelitian melalui pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Guru besar UIN Mataram itu juga menilai STAI Denpasar memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi institut. Hal ini didukung oleh ketersediaan SDM yang mumpuni serta dukungan masyarakat muslim yang cukup kuat.
Saat ini, STAI Denpasar telah memiliki sejumlah program studi, di antaranya S1 Ekonomi Syariah, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam, serta Manajemen Pendidikan Islam, ditambah program pascasarjana S2 Pendidikan Agama Islam. Seluruh program tersebut berada di bawah dua fakultas, yakni Dakwah dan Tarbiyah.
“Untuk menjadi institut, minimal harus memiliki tiga fakultas. STAI Denpasar memiliki peluang besar untuk menambah satu fakultas lagi,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat tantangan tersendiri karena STAI Denpasar berada di wilayah dengan mayoritas non-muslim. Namun, kondisi tersebut justru menjadi peluang tersendiri.
“Walaupun berada di tengah masyarakat minoritas, dukungan umat muslim sangat kuat dan solid. Ini justru menjadi peluang besar untuk berkembang menjadi institut,” katanya.
Selain itu, dukungan pemerintah daerah setempat juga dinilai cukup signifikan dalam mendorong pengembangan institusi. Kopertais Bali Nusra, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan perguruan tinggi binaannya melalui percepatan kenaikan pangkat dosen, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas akademik.
“Kami mendorong dosen yang sudah S2 untuk melanjutkan ke jenjang doktor. Proses pembelajaran juga harus tetap aktif dan sesuai sistem. Saat ini, perguruan tinggi tidak bisa lagi main-main dengan sistem yang ada,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dosen yang telah memiliki sertifikasi (serdos) memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen Kopertais Bali Nusra, lanjut Prof Sai, sejalan dengan arahan Koordinator Kopertais Prof Masnun Tahur untuk mendorong kemajuan bersama seluruh perguruan tinggi binaan.
“Komitmen kopertais dibawah komondo Prof Masnun jelas. Maju bersama dan sama sama maju. Itu komitmen Rektor UIN (Mataram),” tegasnya.
“Kopertais ini berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sehingga kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh PTI binaan bisa berkembang dan maju bersama,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua STAI Denpasar Bali, Doktor Arjiman menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Sekretaris Kopertais dalam rangka memberikan bimbingan akademik. Pihaknya merasa patut bersyukur atas dukungan vitamin yang diberikan. Disampaikan Arjiman transformasi menuju Institut menjadi mimpi besar seluruh sivitas akademika. Dalam menggapai mimpi itu pihaknya terus melakukan upaya-upaya strategis. Melakukan pembenahan di berbagai aspek. Konsinstensi penguatan kelembagaan hingga peningkatan SDM internal.
Arjiman berharap bimibingan Kopertais Bali Nusra secara kontinyitas terus berlangsung.
Diketahui Ketua STAI Denpasar Bali didampingi Direktur Pascasarjana, Doktor Novena Ade FredyariniSoedjiwo.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Doktor Sudarsono dan P2M, Kurniawati.
Pantauan media, usai kegiatan, diskusi Ketua STAI Denpasar Bali, Doktor Arjiman dan Sekretaris Kopertais Bali Nusra, Prof Muhamad Sai terus tejalin hangat. Selain mendiskusikan arah pengembangan PT, keduanya juga pihak mendiskusikan isu akademik lainnya. Suasana keakraban dan kekeluargaan terlihat.
STAI Denpasar (Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar) adalah perguruan tinggi Islam swasta pertama dan satu-satunya di kota Denpasar, Bali. Sebagai lembaga pendidikan, STAI Denpasar berperan penting dalam merespons kebutuhan SDM pengelola pendidikan Islam di Bali serta menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.
STAI Denpasar merupakan salah satu perguruan tinggi Islam yang hadir sebagai pusat pendidikan tinggi berbasis keislaman di tengah keberagaman budaya dan masyarakat Bali. Kampus ini berkomitmen mencetak generasi intelektual Muslim yang unggul, inovatif, berakhlak mulia, profesional, serta memiliki wawasan Islam moderat yang mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat multikultural.
Sebagai kampus Islam yang menjunjung nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan moderasi beragama, STAI Denpasar Bali berperan aktif dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
Dengan Visi “Menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, adaptif, berbasis riset, teknologi digital dan berkearifan lokal serta berdaya saing global pada tahun 2036”, STAI Denpasar Bali terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus ini menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, modern, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. (jho)