Pemdes Beraim Fokus Berantas Stunting

  • Bagikan
F AAA Bagi telur
BUYUNG/RADAR MANDALIKA GROUP PROGRAM: Kader Posyandu saat membagikan telur kepada ibu hamil, kemarin.

PRAYA-Pemerintah Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah tengah terus berupya mencegah kasus stunting atau tumbuh kerdil. Untuk itu, pemdes mulai memberika pelatihan bagi ibu hamil dan kader Posyandu.

Sekdes, Kamil mengatakan, tahun 2020 nanti pemdes lanjutkan program stunting guna meningkatkan kualitas kesehatan warga di desa. Pasalnya, beberapa tahun lalu pemdes telah menjadikan agenda tetap dikarenakan stunting ini bukan lagi menjadi masalah nasional, melainkan internasional.

“Kami pihak desa ingin totalitas menyelesaikan masalah stunting,” katanya tegas, kemarin.

Katanya, program ini sekarang menjadi program prioritas. Dari jumlah total 66 peserta pelatihan dari ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemdes diberikan pembinanaan dari Puskesmas dan Polindes, dengan materi bagaimana cara mencegah dan menangani anak stunting.

 “Dengan adanya pelatihan seperti ini kami harap para ibu mampu lebih memperhatikan kualitas gizi keluarganya,” harap Sekdes.

Setelah pelatihan dilaksanakan, pemdes juga tetap mengawal program ini dengan memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT ), satu kali empat bulan.”Jadi untuk satu tahun itu bisa tiga kali kita berikan makanan bergizi,” katanya.

Sekdes menambahkan, anggaran untuk pelatihan ibu hamil dan kader posyandu mencapai Rp 30 juta. Selain memberikan makanan tambahan yang bergizi, pemdes juga melakukan pembersihan lingkungan setiap dusun setiap jumatnya.

 “Ini juga bentuk support kami terhadap program Pemkab,” tambah dia.

Sekdes menjelaskan, dari jumlah Kartu Keluarga (KK) 2.871 dengan jiwa 6.887 saat ini, banyak kebutuhan gizi yang memang belum tercukupi. Ada juga beberapa yang terkena stunting karena faktor genetik dari keturunannya.

“Kalau sekarang saya rasa kebutuhan makanan warga sudah bisa tercukupi, namun memang tingkat pemahaman tentang gizi ini belum banyak yang mengerti,”sebutnya.

Dulu kata sekdes, banyak warga yang belum mempunyai pekerjaan, dari hal itulah mungkin gizi yang mereka dapatkan kurang karena keterbatasan ekonomi. Namun  semenjak 2016 silam, Kredit Usaha Rakyat (KUR)  memberikan pinjaman sejumlah Rp 25 juta untuk satu KK dan  pemdes, hasil KUR ini mampu merubah banyak nasib warga.

“Dengan mengkolaborasikan program pemerintah pusat dan pandainya kita melihat potensi sekitar,” jelas dia.

Alhamdulillah, setelah beberapa program pelatihan itu berjalan ada berbagai macam profesi warga seperti peternak, petani ,dan pengusaha,” sambungnya.(cr-buy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *