Pembagian JPS Mataram Usai Pilkada

WhatsApp Image 2020 11 26 at 6.32.48 AM

DOK/RADAR MANDALIKA BANTUAN CORONA: Tim asistensi mengecek isi paket sembako bantuan JPS Kota Mataram di salah satu kantor kelurahan, beberapa bulan lalu.

MATARAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana akan membagikan bantuan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam. Adanya penyaluran bantuan JPS karena imbas dari Coronavirus Disease atau Covid-19. Namun, bantun ini justru diduga ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram pada 9 Desember mendatang.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, penyaluran bantuan JPS tahap keenam bagi 32.548 kepala keluarga (KK) akan dibagikan setelah tanggal 9 Desember 2020 atau usai Pilkada digelar. Hal ini untuk menepis kekhawatiran banyak pihak yang menganggap bahwa bantuan tersebut sarat ditungganggi untuk kepentingan politik.

“Jangan dinilai kita juga untuk (memanfaatkan bantuan). Kita ndak ada niat-niat seperti itu,” kata dia, kemarin (25/11).

Seperti diketahui, putra sulung wali kota yaitu H Badruttamam Ahda, saat ini maju bertarung sebagai Calon Wakil Wali Kota Mataram 2020. Dia mendampingi Calon Wali Kota Mataram, HL Makmur Said. Kandidat ini dikenal dengan pasangan MUDA (Makmur-Ahda).

Ahyar membantah keras jika dikatakan pembagian bantuan JPS Kota Mataram tahap enam untuk kepentingan politik paslon tertentu. Melainkan, program tersebut menjadi tuntutan bagi pemerintah daerah untuk membantu warga masyarakat yang terdampak pandemi. “Kalau soal bagaimana mempengaruhi kaitannya dengan politik, banyak cara. Dan, semua orang punya cara,” pungkas dia.

Ahyar mengklaim bahwa pembagian JPS tahap enam ini didasarkan karena adanya permintaan dari masyarakat di tengah masa pandemi. Mengingat pandemi ini berdampak terhadap ekonomi-sosial masyarakat. “Kebetulan juga masih ada anggaran yang tersedia. Sepanjang anggarannya masih tersedia memungkinkan untuk kita program, iya cukupkan enam bulan,” ungkap dia.

Sebelumnya, penyaluran JPS tahap satu (I) sampai tahapn lima (V) sudah dibagikan. Artinya, Pemkot telah membagikan bantuan paket sembako JPS sampai tahap V. Anggaran yang dibutuhkan untuk sekali penyaluran mencapai Rp 8 miliar.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi mengatakan, legislatif telah bersurat ke wali kota. Bahwa, dia meminta agar pembagian JPS tahap enam dilakukan usai Pilkada digelar pada 9 Desember. Supaya tidak membuat kegaduahan di tengah masyarakat.

“Sebaiknya terkait dengan penyaluran JPS dilakukan setelah Bulan Desember atau Pilkada,” ungkap dia.

Apa yang dikatakan itu bukan tanpa asalan. Jangan sampai ada anggapan bahwa penyaluran JPS tahap enam ini terkesan demi kepentingan politik paslon tertentu. Jangan sampai gara-gara itu memicu gesekan di tengah masyarakat, sehingga menciptakan situasi dan kondisi yang tidak kondusif dalam proses Pilkada 2020.

“Kesan-kesan tidak baik itu nanti akan jadi potensi mengganggu stabilitas politik. Saya kira ini sesuatu hal yang patut kita antisipasi,” ingat politisi Golkar itu. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Lagi, Pemprov NTB Raih Predikat dari Badan Publik Informatif

Read Next

Sepuluh Kepala Daerah Komitmen Sukseskan Pencapaian TPB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *