Pasien Status PDP Asal Mataram Meninggal Dunia

WhatsApp Image 2020 03 24 at 02.56.06 1

TONI/RADARMANDALIKA.ID MENINGGAL DUNIA: Terlihat aktivitas pelayanan di RSUD Kota Mataram.

MATARAM-Kabar mengejutkan datang dari Kota Mataram. Seorang pasien dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona atau Covid-19 meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kota Mataram, Jumat sore.

 Sesuai laporan yang diterima wartawan radarmandalika.id dari Gugus Tugas  Kota Mataram menyampaikan. Dimana hasil swab sampai sekarang belum keluar. Untuk itu, belum diketahui apakah positif atau negatif.

Adapun penanganan dilakukan sesuai standar lebih pada kewaspadaan untuk  melindungi masyarakat yang lebih banyak. “Ini penting dari pada kita berspekulasi bahwa yang bersangkutan negative,” terang Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covied- 19 Provinsi NTB, Hj. Rohmi Djalilah dalam rilisnya yang diterima malam ini.

Wagub NTB ini juga mengatakan, tes swab merupakan tes yang dilakukan dengan pengambilan jaringan sel pada hidung atau tenggorokan. Dari hasil tes swab inilah keberadaan virus korona dalam tubuh dapat diketahui.

“Diagnosis korona didapat melalui swab atau sampel dahak yang dikirim ke laboratorium,” ceritanya. 

Wagub menerangkan, pasien berstatus PDP. Ditegaskan Wagub bahwa hasil swab belum keluar, karena statusnya PDP maka SOP tetap dijalankan untuk pemakaman juga.

“Almarhum punya riwayat perjalanan baru balik dari Jakarta. Almarhum tanggal 10 – 16 Maret ada di Jakarta, dan datang ke RSUD Kota Mataram langsung dalam kondisi masih bisa jalan sendiri dengan keluhan seperti pasien Covid-19 pada umumnya. Setelah 3 hari, Almarhum masuk RSUD tanggal 24, Swab tanggal 26 dan meninggal tanggal 27 siang,” bebernya.

Sementara usia almarhum 55 tahun beralamat di Gapuk Dasan Agung Kota Mataram.

Atas musibah ini, Pemerintah Provinsi NTB, melalui Gugus Tugas Provinsi mengimbau agar semua masyarakat tenang, dan percayakan kepada tenaga medis. “Kalau hasil swab sudah keluar maka pasti akan dibuka secara luas kepada masyarakat. Saat ini yang paling penting adalah agar  masyarakat memperhatikan imbauan yang sudah dikekuarkan pemerintah untuk lebih banyak di rumah, jaga jarak dalam berhubungan (physical distancing) dan tingkatkan pola hidup bersih,” pesan Rohmi.

Selain itu, masyarakat juga agar saling mengingatkan satu sama lain.(r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Oknum PNS Ketangkap Beli Nomor Buntut

Read Next

Gubernur Lantik Pimpinan BAZNAS NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *