Oknum Kades di Loteng Diduga Aniaya Warganya

Penganiayaan Jombang

ilustrasi

PRAYA-Oknum kepala desa (Kades) di Lombok Tengah inisial Z diduga menganiaya warganya sendiri inisial, SN, 45 tahun warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat. Adapun laporan polisi yang diterima Radar Mandalika nomor LP/239/IV/2020/NTB/Res.Loteng, 1 Mei 2020.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono yang dikonfirmasi membenarkan kasus ini. Namun sayang, Priyo tak menyebutkan identitas lengkap oknum kades tersebut. Dalam kasus ini, adapun saksi yakni, Agus warga Desa Mekar Sari.

Kasat Reskrim menceritakan kronologis kejadian berdasarkan laporan yang diterima. Pada Jumat tanggal 1 Mei 2020 sekitar pukul 17:30 wita bertempat di depan rumah pelaku Z. Saat itu, korban SN yang baru keluar dari rumahnya menggunakan sepeda motor untuk ngabuburit, ketika di dalam perjalanan korban distop oleh Z di depan rumahnya. Kemudian  Z menanyakan kepada ke korban kenapa memposting foto mobil itu di facebook. Sementara, korban sempat menjawab tidak pernah.

 “Korban kemudian meminta kepada Z untuk melihat postingan foto tersebut di HP pelaku, namun pelaku tidak mau memberikan. Kemudian pelaku melakukan pemukulan menggunakan tangan kepada korban dan pemukulan tersebut dilakukan berulang kali,” ungkapnya.

 Atas penganiayaan itu, muka korban tepatnya pada arah mata, hidung dan mulut korban jadi sasaran penganiayaan oleh pelaku. Atas kejadian tersebut,  korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lombok Tengah.

“Tindakan yang sudah diambil, membuat laporan polisi, periksa saksi dan korban dilakukan visum,” singkat Kasat Reskrim.

Sampai berita ini diturunkan, oknum Kades Z yang dikonfirmasi tidak bisa. Demikian juga korban belum bisa.(jay/r1)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Puskesmas Kotaraja Tutup Gara-gara Enam Petugas Dinyatakan Reaktif

Read Next

Pemkab Loteng Klaim Ketersediaan Pangan Aman

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *