PRESTASI: Sakha Faiq Syandana saat naik podium Kejuaraan Sepaturoda Pelajar se-Indonesia "Champ of the Champ" (COC) 2026. (IST)

LOBAR—Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia olahraga pelajar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Atlet sepaturoda cilik asal Kota Mataram, Sakha Faiq Syandana, sukses menorehkan pencapaian gemilang pada Kejuaraan Sepaturoda Pelajar se-Indonesia “Champ of the Champ” (COC) 2026 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah. Siswa bangku kelas 6 SDN Model Mataram tersebut berhasil membawa pulang medali emas, medali perak, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP).

Sakha berhasil bersaing dengan ratusan atlet pelajar berbakat dari berbagai wilayah di Indonesia. Teknik yang matang dan ketahanan fisik yang prima, membuat Sakha menembus dominasi atlet-atlet dari kota besar di pulau Jawa. Membawa harum nama daerah asalnya di kancah nasional.

Perjalanan Sakha untuk mencapai podium tertinggi di Semarang tidak dilalui dengan mudah. Persaingan ketat sudah terasa sejak hari pertama kompetisi dimulai, khususnya saat ia turun di nomor 500 meter. Sakha harus puas menempati posisi kedua dan berhak atas medali perak setelah terlibat persaingan sengit dan kalah tipis dari atlet unggulan asal klub Sync Surabaya.

Penampilan pada hari pertama dinilai belum mencapai performa maksimal yang biasa ditunjukkan oleh Sakha dalam sesi latihan. Evaluasi ketat pun langsung diberikan oleh tim pelatih sesaat setelah pertandingan usai. Langkah ini diambil secara normatif untuk menjaga fokus dan memacu kembali mental bertanding sang atlet agar siap menghadapi nomor pertandingan berikutnya yang tidak kalah menantang.

Memasuki hari kedua, tantangan yang dihadapi Sakha semakin berat karena ia kembali dijadwalkan bertanding di nomor 1.000 meter. Di nomor ini, ia harus kembali berhadapan langsung dengan rival utamanya dari Surabaya yang mengalahkannya di hari pertama. Situasi tersebut sempat memengaruhi kondisi psikologis dan menimbulkan ketegangan pada mental Sakha sebelum laga dimulai.

Namun, berkat koordinasi yang baik antara tim pelatih dan orang tua, tekanan tersebut berhasil diatasi. Dukungan moral dan penyesuaian strategi di lapangan menjadi kunci utama yang mengubah keraguan menjadi motivasi besar bagi Sakha saat berada di garis start hingga akhirnya berhasil menyentuh garis finis di posisi pertama.

Pelatih sepaturoda, Yosua Puguh Wibowo, yang akrab disapa Kak Yoyo, mengungkapkan rasa bangganya atas perubahan mentalitas dan daya juang yang ditunjukkan oleh anak asuhnya di lintasan balap.

“Kemarin di hari pertama saya sempat memarahi Sakha karena tampil kurang maksimal di nomor 500 meter. Ketika tahu di nomor 1.000 meter dia harus bertemu lagi dengan lawan yang sama, awalnya dia sempat kelihatan takut tidak bisa menang. Namun, dengan motivasi kuat serta strategi baru yang kami berikan bersama orang tuanya, Sakha akhirnya berhasil membuktikan kekuatannya dan meraih emas,” ujar Kak Yoyo bangga.

Kombinasi perolehan medali perak di nomor 500 meter dan medali emas di nomor 1.000 meter menempatkan Sakha sebagai pengumpul poin tertinggi pada kategorinya. Atas keberhasilan akumulatif tersebut, panitia penyelenggara secara resmi menganugerahkan gelar MVP untuk kategori kelompok umur kelas 5–6 Sekolah Dasar kepada Sakha.

Pencapaian ini disambut dengan rasa haru dan bangga oleh tim pelatih serta orang tua yang mendampingi langsung perjuangan Sakha selama bertanding di Semarang. Keberhasilan berskala nasional ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di NTB, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini di Kota Mataram, khususnya di lingkungan SDN Model Mataram, berjalan dengan baik dan mampu bersaing di tingkat nasional. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *