MATARAM— Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Ahsanul Khalik.
Menurutnya, UKW menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya wartawan agar mampu menghadirkan informasi yang akurat, jujur, dan edukatif bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahsanul Khalik usai menerima audiensi pengurus SMSI NTB sekaligus Panitia UKW SMSI-Solopos Institute, di kantornya, Senin (18/5). Ia menilai kompetensi wartawan sangat penting di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan penyebaran hoaks di ruang publik.
“Semua wartawan harus memiliki kompetensi yang memang sesuai dengan persyaratan, bagian daripada menyampaikan berita yang kredibel, jujur, dan betul-betul memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan wartawan profesional tidak hanya penting bagi industri media, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kualitas demokrasi dan pembangunan daerah. Wartawan yang kompeten dinilai mampu menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi jembatan informasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
Ahsanul Khalik menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kominfotik mendukung penuh upaya peningkatan kapasitas insan pers, termasuk melalui pelaksanaan UKW yang digelar SMSI NTB bekerja sama dengan lembaga penguji resmi.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan wartawan-wartawan handal yang tidak hanya memahami kaidah jurnalistik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Kita nanti terus untuk berkolaborasi dan berharap di masa-masa yang akan datang akan lahir wartawan-wartawan yang memang memiliki kemampuan handal untuk kemudian bisa bersama-sama dengan pemerintah membangun daerah ini dengan baik. Saya pikir itu kuncinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai sinergi antara pemerintah dan media menjadi faktor penting dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara transparan dan efektif. Tanpa dukungan media dan wartawan, berbagai capaian maupun kebijakan pemerintah dinilai tidak akan tersampaikan secara maksimal kepada publik.
“Karena media dan wartawan sangat dibutuhkan. Tanpa media dan wartawan, semua yang dilakukan oleh pemerintah juga tidak akan tersampaikan dengan baik di masyarakat,” tutupnya.
Sekadar informasi, UKW yang akan digelar 4-5 Juli, kerja bareng SMSI NTB dan Solopos Institute, menjadi salah satu upaya meningkatkan profesionalisme wartawan di Nusa Tenggara Barat. Selain menguji kemampuan teknis jurnalistik, UKW juga menanamkan pemahaman mengenai etika pers, independensi, serta tanggung jawab sosial media dalam menjaga kualitas informasi di tengah era digital.
Sementara itu, Ketua SMSI NTB, Abdus Syukur, MH menambahkan selain UKW, SMSI juga akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) SMSI NTB di bulan yang sama. (red)
