LOBAR—Kesuksesan program Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat (Lobar) Car Free Night (CFN) di Gerung, mematik keinginan para Anggota DPRD Lobar agar pelaksanaanya dilakukan merata.
Program yang sudah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) itu dinilai memberikan efek positif yang signifikan pergerakan ekonomi masyarakat lokal. Sehingga konsep serupa tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten,namun diperluas ke wilayah lain, khususnya di kawasan utara seperti Kecamatan Gunungsari dan Batulayar.
“Kita rasa perlu untuk perluasan pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini belum terakomodasi secara optimal diharapkan dapat terangkat, sekaligus menghidupkan ruang publik baru bagi masyarakat,” ujar Anggota DPRD Lobar Fraksi PKS, Zulfahmi, belum lama ini.
Politisi asal Sandik Batulayar itu menilai kawasan utara Lobar khususnya Gunungsari dan Batulayar, memiliki karakteristik geografis dan sosiologis mendukung untuk pengembangan pusat aktivitas malam kemasyarakatan. Dari sejumlah titik strategis di kawasan Utara yang dapat dipilih, Zulfahmi mencontohkan dikawasan perbatasan jalur wisata.
“Kalau di wilayah utara itu tepatnya di Gunungsari. Atau juga bisa di Batulayar, kebetulan di situ kan ada Taman Kota Sandik. Nanti pusatnya di situ, misalnya mulai dari Montong kemudian sampai di Sandik begitu, itu bisa kita siasati,” terang Zulfahmi.
Jalur Sandik hingga Montong ini dinilai ideal mengingat aksesibilitasnya yang mudah dijangkau oleh masyarakat umum dan wisatawan. Keberadaan ruang publik Taman Kota Sandik dapat dioptimalkan menjadi alun-alun dadakan. Sehingga para pedagang lokal atau Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dengan pembeli aman dan tertib.
“Insya Allah pasti ramai,” ucapnya.
Belajar dari kesuksesan di Kecamatan Gerung, perputaran uang dari sektor UMKM terbukti mampu meningkat tajam karena kegiatan tersebut rutin digelar. Zulfahmi menekankan bahwa replikasi CFN di wilayah utara tidak akan jauh berbeda hasilnya jika dikelola dengan manajemen jadwal yang matang dan berkelanjutan.
“Saya rasa tidak jauh berbeda dengan di wilayah Gerung kalau seandainya terus kontinu kita melakukan seperti itu. Nah, kalau misalnya sekali sebulan dan lain sebagainya, itu mungkin kurang bagus dampaknya,” jelasnya.
Jika kegiatan ini dilakukan secara terjadwal dan berkala, masyarakat serta pelaku usaha dapat melakukan perencanaan stok dagangan dan strategi pemasaran dengan lebih baik. Sebaliknya, pelaksanaan yang bersifat momentum atau jarang-jarang dikhawatirkan tidak akan memberikan efek domino yang kuat bagi kesejahteraan pelaku usaha kecil.
Tak dipungkirinya, meski potensi industri kreatif dan kuliner di kawasan Gunungsari dan Batulayar tergolong sangat besar. Namun kurangnya wadah mempromosikannya secara terpusat membuat perputaran ekonomi juga sedikit lambat. Kehadiran CFN diharapkan mampu menjadi solusi konkret atas persoalan tersebut.
“Di situ banyak juga UMKM, banyak. Tetapi dalam hal ini kan masih kurang perhatian daripada pemerintah terhadap UMKM ini. Nah, kalau seandainya ini kita bisa lakukan, kita upayakan di wilayah ya semua yan hidup dia, hidup,” pungkas Zulfahmi.
Hal senada juga diutarakan Anggota DPRD Lobar Fraksi Golkar H Jumahir. Politisi asal Narmada itu juga mendorong pelaksanaan CFN itu di kawasan kota air itu. Agar masyarakat wilayah utara Lobar tidak merasa Pemda fokus meramaikan wilayah Gerung saja.
“Makanya itu kan, setelah jalan di wilayah selatan, di ibu kota Gerung ini, kita harapkan Pemerintah Daerah juga melakukan ekspansi. Untuk membuat kegiatan serupa di wilayah utara, baik itu Gunungsari maupun wilayah Narmada,” ujar anggota DRPD Lobar Dapil Narmada-Lingsar itu.
Menurutnya, masyarakat setempat juga antusias menunggu penyelenggaraan event rutin setiap akhir pekan tersebut untuk dapat dilaksanakan di wilayah utara.
”Tiang (saya, Red) kira juga masyarakat setempat sangat antusias untuk mendorong segera adanya kegiatan itu,” jelasnya.
Karena dia melihat, bahwa CFN ini sudah turut membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang berjualan.
”Ini juga sebagai upaya kita untuk mendorong UMKM, bukan saja ramainya kan, tetapi juga bagian dari program kita untuk membuatkan UMKM ini pasar,” terangnya. (win)
