Mohan-Mujib Tinggal Tunggu SK DPP Golkar

  • Bagikan
Mohan Mujib
IST/RADAR MANDALIKA GROUP H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman

MATARAM—Kandidat bakal calon (Balon) Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, telah memastikan untuk berpasangan dengan TGH Mujiburrahman pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mataram 2020. Paket Mohan-Mujib, satu-satunya kandidat pasangan calon (Paslon) yang diajukan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP). Paket ini tinggal menunggu surat keputusan (SK) DPP Golkar.

“Ada garansi, ada kepastian bahwa surat keputusan itu bisa kami terima untuk menjadi instrumen utama kami untuk memasuki tahapan Pilkada di Kota Mataram,” kata Mohan, kemarin (16/02).

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Golkar Kota Mataram itu mengaku telah memantapkan diri maju bersama TGH Mujib yang juga sebagai kader Golkar. Mohan bukan tanpa alasan memilih TGH Mujib sebagai calon Wakil Wali Kota Mataram yang akan mendampingi dirinya untuk bertarung di Pilkada Kota Mataram 2020. Dia bersama timnya telah melakukan berbagai kajian secara akademik dengan cara melakukan survei di lapangan.

“Ada tolak ukur sebagai standar yang penting dalam proses rekrutmen pendampingan yang kita gunakan. Tingkat elektabilitas, tingkat popularitas, penerimaan publik terhadap calon bersangkutan,” sebut dia.

Kenapa lebih memilih pendamping dari kader Golkar? Mohan menjawab, pada prinsipnya Golkar tetap bersikap terbuka. Siapa pun balon Wakil Wali Kota tetap memiliki peluang untuk mendampingi drinya. Artinya, peluang itu bukan hanya untuk dari kalangan kader Golkar. Hanya saja sebut Mohan, dalam menentukan pendamping, harus tetap mengacu pada beberapa indikator. Seperti tingkat elektabilitas, popularitas dan lain sebagainya.

“Disamping itu juga ada hal yang penting. Chemistrinya harus dapat lah. Karena, kita akan sama-sama menjadi pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah,” ungkap dia.

Mohan banyak mengambil pelajaran sebagai Wakil Wali Kota Mataram selama mendamping H Ahyar Abduh hingga dua periode sampai sekarang. Baginya, rasa harmoni atau chemistry antara kepala daerah dan wakil kepala daerah sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Jika terjadi mis-komunikasi antar pemimpin maka berdampak negative terhadap kinerja dalam proses pembangunan.

“Saya cukup belajar banyak bagaimana saya dan Pak Wali Kota, H Ahyar Abduh, selama ini. Kami membangun harmonisasi. Kemudian membangun sinergi secara bersama-sama. Karena, bagi kami tentu memimpin itu adalah memindahkan emosi,” ujar dia.

“Jadi, kalau kita ini hubungan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah terjadi dis-harmoni dari awal, tentu sangat berdampak terhadap kinerja-kinerja kita dalam kapasitas kita memimpin masyarakat. Makanya, harus ada rasa chemistry itu. Harus kita dapat dari sebelumnya,” imbuh Mohan.

Tanpa berkoalisi dengan partai politik (Parpol) lain,  Golkar sudah bisa mengusung dan mendaftar kandidat paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram dari kader internal sendiri. Lantaran, Golkar mampu meraih sebanyak sembilan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram dari hasil Pemilihan anggota legislatif (Pileg) tahun 2019, pada April lalu. Dimana, syarat bagi parpol atau koalisi parpol untuk bisa mengusung dan mendaftar kandidat paslon ke KPUD, harus mengantongi minimal delapan kursi di lembaga legislatif.

Faktanya, Mohan sendiri telah memilih balon pendamping yang notabenenya sesama dari politisi partai berlambang pohon beringin. Yaitu, TGH Mujiburrahman yang juga anggota DPRD Kota Mataram. Paket Mohan-Mujib pun telah masuk di meja DPP Golkar. Kini, tinggal menunggu SK sebagai tiket untuk mendaftar ke KPUD. Sehingga, kemungkinan besar paket ini akan bertarung melawan balon pasangan HL Makmur Said – H Badruttamam Ahda, dan Hj. Putu Selly Andayani — TGH Abdul Manan.

“Konkritnya kan dalam bentuk surat keputusan,” sebut Mohan yang kini masih menjabat Wakil Wali Kota Mataram.

Paket Mohan-Mujib baru akan menggelar deklarasi setelah SK DPP Golkar keluar. Informasinya bahwa, surat rekomendasi DPP Golkar baru bisa keluar sekitar April mendatang untuk kandidat paslon. Atau setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar NTB yang akan digelar tanggal 4-6 Maret 2020. “Semangat kami adalah deklarasi itu besok supaya juga bersamaan dengan partai-partai pengusung kami nanti. Saya pikir waktu masih panjang untuk itu,” tutur Mohan.

Dia mengaku sudah membangun komunikasi politik bersama sejumlah elit parpol lain untuk membentuk koalisi. Beberapa parpol kemungkinan besar akan bergabung dengan Golkar (Mohan-Mujib). Partai apa saja, Mohan masih enggan membeberkan parpol yang dimaksud. Yang jelas kata dia, dari respons sejumlah elit parpol memperlihatkan keinginan untuk bergabung dalam satu gerbong koalisi.

“Dalam proses komunikasi politik yang kita bangun tentu kita bisa memaknai isyarat-isyarat dari ketua-ketua partai yang memiliki keinginan untuk bergabung dengan kami. Nanti pada saatnya kita ekspose dan kita buka ke publik,” timpal dia.

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) DPP Golkar untuk Provinsi NTB, Sari Yuliati, mengatakan, semua data paket paslon untuk di tujuh kabupaten/kota Pilkada serentak 2020 di NTB sudah masuk ke meja DPP Golkar. Termasuk untuk paket paslon di Pilkada Kota Mataram. Untuk SK rekomendasi akan keluar setelah pelaksanaan Musda DPD I Golkar. “Sampai di DPP punya mekanisme. Data-data Pilkada sudah sampai di DPP. Sehabis Musda, Pilkada akan ditindaklanjuti,” ungkap dia.

DPP Golkar akan melakukan survei dengan menggandeng beberapa lembaga survei nasional. Seperti, dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Poltracking dan beberapa lembaga surve kredibel lainnya. Menjelang Pilkada serentak yang digelar 23 September mendatang. “Calon akan dipanggil untuk keperluan survei setelah Musda,” beber anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) II, Pulau Lombok itu. (zak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *