LOBAR—Isu kandidat calon Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) yang akan mendampingi Hj. Nurul Adha yang naik menjadi Bupati Lobar terus berembus. Tidak hanya dari internal kader tiga partai pengusung (PKS, PAN, dan PKB), tetapi juga dari kader partai nonpengusung. Nama Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi dari Golkar dan Ketua Fraksi Perindo Lobar Dr. Syamsuriansyah santer diisukan masuk radar bursa kandidat calon Wabup Penggantian Antarwaktu (PAW) itu.
Keduanya bukan nama baru di kancah perpolitikan Lobar. Lalu Ivan merupakan politisi berbakat yang cukup cemerlang di dunia politik. Di usia yang terbilang cukup muda, Ivan berhasil menduduki kursi Pimpinan DPRD Lobar, hingga kini tercatat sebagai salah satu ketua DPRD termuda di Indonesia. Putra asli Sekotong itu bahkan memimpin DPD II Golkar sebagai ketua.
Tidak kalah cemerlangnya, berangkat dari akademisi, Dr. Syamsuriansyah terjun ke dunia politik karena bentuk kecintaannya kepada Lombok Barat. Pria yang aktif di bidang pendidikan dan kemanusiaan itu bahkan menjabat sebagai Ketua DPD Perindo Lobar. Tidak sampai di situ saja, kiprahnya sebagai wakil rakyat melahirkan program Gerakan Ayo Sekolah (GAS) Dr. Syam Mengajar, membuat DPP Perindo menganugerahkan penghargaan sebagai 10 anggota DPRD terbaik tingkat nasional versi Perindo.
Sayangnya, saat ditemui awak media di DPRD Lobar dan dimintai tanggapan, kedua politisi itu kompak melontarkan “no comment” atas isu yang menyebutkan keduanya masuk radar kandidat Wabup.
“Saya no comment,” ujar Lalu Ivan.
“Sama, saya juga no comment,” sahut Dr. Syam.
Berbeda dengan kandidat nonpartai pengusung, PKB dan PAN justru sudah mulai menonjolkan sejumlah kader terbaiknya yang kemungkinan didorong mengisi jabatan Lobar 2 itu. Namun, hingga kini PKS tidak banyak berkomentar terkait dinamika perpolitikan bursa Wabup tersebut.
Pengurus DPD PKS Lobar, Abubakar Abdullah, menilai dinamika politik yang terjadi saat ini biasa terjadi di dunia politik. Dia menanggapi positif banyaknya nama putra-putri daerah yang disanterkan akan maju bursa Lobar 2 sebagai bentuk kecintaan kepada daerah.
“Kami sangat mengapresiasi, berikan ruang kepada semua putra-putri terbaik Lombok Barat. Ternyata Lombok Barat ini tidak kekurangan putra-putri terbaik. Saatnya mutiara-mutiara terpendam yang selama ini tidak kelihatan diberikan kesempatan yang sama,” ungkap Abu.
Disinggung terkait calon dari unsur kader PKS, Abu mengungkapkan terdapat mekanisme partai yang harus dilalui terkait hal itu. Bahkan, pihaknya tidak berani memastikan apakah hak pengusulan kandidat itu akan diberikan kepada kader atau di luar kader.
“Kita tidak tahu, walaupun istilahnya punya hak, ternyata yang punya hak memberikan kewenangan hak ke orang di luar itu (kader), tergantung nanti komunikasinya. Politik itu dinamis, dan kriteria itu menjadi kewenangan pimpinan partai,” pungkasnya. (Win)
