Moeldoko Kalah, Demokrat NTB Minta Perlindungan MA

  • Bagikan
F DPD Demokrat NTB
IST/RADAR MANDALIKA AMBIL LANGKAH : Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikry didampingi pengurus DPD saat meminta perlindungan ke Mahkamah Agung melalui PTUN Mataram, Sabtu pekan kemarin.

MATARAM – Menyusul kekalahan Moeldoko yang hendak merebut Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuat pengurus DPD Partai Demokrat NTB menyerahkan surat permohonan perlindungan hukum ke Mahkamah Agung (MA) lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram, Jumat pekan kemarin.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikry menegaskan, kendati MA sudah memenangkan Partai Demokrat sah hasil kongres Jakarta dipimpin AHY – Teuku Rifly.

Tetapi pihaknya menduga akan ada upaya terus dilakukan kubu KLB untuk terus mengganggu dan merebut kepemimpinan partai Demokrat sah. Sehingga pihaknya meminta kepada MA, sebagai lembaga benteng terakhir penegakan hukum di Indonesia, agar tetap menjaga dan menegakkan hukum sesuai aturan ada.

“Kami berterima kasih kepada MA, tetap menegakkan hukum dengan memenangkan partai Demokrat sah,” ungkap Mahalli kepada media.

Sesuai putusan MA bahwa kepemimpinan partai Demokrat sah adalah dibawah komando AHY – Teuku Rifly hasil kongres Jakarta 2020.

Sehingga jika ada pihak diluar kepengurusan AHY-Teuku Rifly, memakai atribut partai Demokrat. Maka itu dipastikan illegal.

Mahalli menduga upaya tidak henti kubu KLB yang terus ingin merebut Partai Demokrat dari kepemimpinan sah dengan cara-cara yang memalukan dan tidak patut.

Sehingga sangat wajar Demokrat NTB sebagai warga negara meminta perlindungan kepada MA.

“Meski semua sudah berakhir dengan Demokrat sah dimenangkan MA. Tetapi kemungkinan Demokrat diganggu terus ada. Sehingga kami minta perlindungan hukum ke MA,” tegasnya.

Sementara itu, Humas PTUN Mataram, Reza Aditama mengatakan, pihaknya akan meneruskan surat permohonan perlindungan disampaikan DPD Partai Demokrat NTB sesuai aturan hukum ada berlaku.

“Ini akan kami teruskan ke pimpinan di MA,” katanya. (jho/zak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *