MEGAH: Bangunan Masjid Darussalam yang ada di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. (HAZA/RADAR MANDALIKA)

Masjid Darussalam Kopang, Dulu Bangunannya Mirip Klenteng, Kini Klasik Modern Ala Timur Tengah

Masjid Darussalam Kopang menjadi salah satu masjid yang selalu ramai. Tidak hanya warga setempat, lokasinya yang strategis membuat masjid ini kerap disinggahi pengendara yang akan menunaikan ibadah salat.

HAZA-LOMBOK TENGAH

BERBICARA mengenai tempat ibadah umat muslim (masjid), Radar Mandalika kembali menyambangi salah satu masjid tua di Lombok Tengah. Edisi kali ini yaitu mengunjungi Masjid Darussalam Kopang, informasi yang didapatkan masjid ini berdiri sejak tahun 1800.

Uniknya masjid ini yaitu tempat berkumpulnya semua aliran atau golongan namun tetap hidup rukun dalam bermasyarakat dan beribadah (ahlussunnah wal jamaah). Sejarahnya selama pendiriannya, Masjid Darussalam dipusatkan sebagai tempat pengembangan ilmu agama Islam, melalui majelis taklim yang dibuka banyak tuan guru yang berhasil dicetak.

“Tokoh pendirinya yaitu H Mas’ud seorang penghulu tua, dan masjid ini baru sekali direnovasi pada tahun 1968, tampil dengan kombinasi putih dan orange,” tutur Lalu Barja selaku tokoh masyarakat sekaligus pengurus masjid.

Bisa dikatakan Masjid Darussalam lanjutnya, menjadi ikon Kecamatan Kopang karena berada di jalan Bung Karno, Banjar Kopang. Karena lokasi masjid berada di jalan Bung Karno yang merupakan sosok presiden pertama Indonesia, di halaman Masjid Darussalam juga terdapat tugu/monumen nasional Pancasila dicat warna putih di atasnya burung garuda yang memiliki nilai sejarah.

“Ini menjadi bukti sejarah bahwa di Masjid Darussalam sebagai tempat pengembangan ilmu agama, meskipun beragam aliran namun tetap hidup rukun di satu tempat ibadah,” sambungnya.

Sementara Imam masjid sekaligus Penasihat Pengurus Masjid Darussalam, H Lalu Lutfhi mengatakan, awal berdirinya bentuk bangunan Masjid Darussalam seperti Klenteng atau tempat ibadah orang Cina.

Sejak TGH Ahmad Suparlan pulang dari Mesir 1955-1965 , masjid mulai diremajakan tempatnya tahun 1968 dilakukan renovasi besar-besaran. Sehingga bisa dilihat sekarang berdiri kokoh bernuansa klasik modern ala timur tengah dan dapat menampung kurang lebih 3000 jamaah. Pada tahun kepulangan TGH Ahmad Suparlan ke Lombok pada tahun itu juga sudah mulai berjalan pengembangan agama Islam hingga menjadi embrio kemajuan Islam.

“Alhamdulillah Masjid Darussalam sampai saat ini masih terjaga, dari segi bangunannya, masjid ini memiliki luas tanah 580 meter persegi. Meskipun masjid ini tergolong kecil, namun cukup banyak dikunjungi masyarakat setempat karena lokasinya berdekatan dengan pasar Jelojok dan akses pendidikan,” pungkasnya.(bersambung)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 1016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *