KUNKER: Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara saat menerima kunjungan Menteri Ketenagakerjaan, Hj. Ida Fauziyah, Sabtu (11/2/2023). (Ist/Radar Mandalika)

KLU – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Hj. Ida Fauziyah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah Lombok Utara. Kunker ini disambut langsung Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu bersama Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto, di Kantor bupati  Lombok Utara, Sabtu (11/2/2023).

Penerimaan kunjungan Menaker bersama rombongan ini dihadiri juga oleh anggota Forkopimda KLU, Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, para OPD, Ketua TP PKK KLU Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, tokoh masyarakat, pelaku usaha wisata, serta undangan lainnya.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu menyampaikan kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan ke Gumi Tioq Tata Tunaq tentu sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah pusat, khususnya Kemnaker pada Lombok Utara.

“Kunjungan Ibu Menaker menjadi menteri pertama yang hadir di Kantor Bupati Lombok Utara sejak diresmikan Januari lalu,” ucapnya.

Di hadapan Menteri, Djohan membeberkan potensi sektor ketenagakerjaan KLU yang didominasi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pekerja sektor pariwisata, dengan jumlah angkatan kerja mencapai 123.500 orang, dengan angka pengangguran terbuka sebesar 1.7 persen.

Pada tahun 2022, Lombok Utara telah menempatkan 1.898 PMI untuk bekerja di luar negeri, dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda dunia berdampak pada kegiatan usaha di sektor pariwisata dan sektor lainnya yang mengalami penurunan signifikan berakibat perusahaan merumahkan tenaga kerja dan tentu pula berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat yang lesu sejak dua tahun terakhir.

Sebagai daerah yang usianya paling muda di Provinsi NTB tentunya kata Djohan masih banyak persoalan yang dihadapi seperti masih tingginya angka kemiskinan, stunting  dan masih menjadi daerah tertinggal satu-satunya di Provinsi NTB, sehingga memerlukan perhatian dari pemerintah pusat salah satunya Kemnaker RI.

“Harapan kami pada ibu menteri untuk dapat memberikan perhatian besar kepada kami di Lombok Utara, melalui program-program yang mampu mendorong peningkatan sektor ketenagakerjaan yang nantinya mampu mengurangi angka kemiskinan dan lainnya,” harapnya.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan kerja ibu menteri beserta jajaran, semoga kunjungan kerja ini semakin merekatkan rasa kekeluargaan dan rasa persaudaraan kita semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Menaker RI Hj. Ida Fauzyiah menyampaikan Kementerian Ketenagakerjaan siap bersinergi bersama pemerintah daerah Lombok Utara. Saat ini Provinsi NTB memiliki Balai Pelatihan Vokasi, yang dapat gunakan oleh seluruh masyarakat termasuk yang ada di Lombok Utara. Keberadaan Balai Latihan Vokasi itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat KLU untuk mendapatkan pelatihan kerja dan mengembangkan potensi diri yang dimiliki.

“Balai vokasi yang berlokasi di Lombok Timur memiliki perbedaan dengan balai vokasi  yang berada di bagian indonesia lainnya, karena memiliki spesifikasi yang berstandar Internasional seperti pengembangan diri di bidang pariwisata yang sangat cocok dengan kebutuhan masyarakat Lombok Utara serta sesuai karakteristik masyarakat Lombok,” bebernya.

Selanjutnya Menaker juga menjelaskan tentang tenaga kerja baik yang bekerja dalam negeri maupun luar negeri adalah hak sebagai warga negara. Pemerintah tidak boleh menghalangi hal tersebut.

Yang terpenting bagi negara adalah memberikan perlindungan bagi warga negara yang kerja di luar negeri, seperti yang telah diatur UU Nomor 18 tahun 2017 yaitu pemerintah menyiapkan kompetensi para calon pekerja migran, dengan membekali kompetensi bagi para calon pekerja luar negeri hal tersebut mampu meminimalisir banyaknya  masalah yang akan terjadi termasuk kekerasan dalam dunia kerja yang diakibatkan dari kurangnya kompetensi.

“Sebelumnya remitansi yang masuk ke Provinsi NTB kurang lebih 1 triliun namun mengalami  kekurangan di tahun 2022 karena tertutup-nya beberapa negara akibat dari Covid-19, hal tersebut juga mengakibatkan kenaikan pengangguran terbuka, dari 5 persen menjadi 7 persen, namun pada tahun 2022 angka pengangguran diturunkan menjadi 5,8 persen,” bebernya.

Untuk masalah kemiskinan di KLU, Kemnaker sangat memaklumi permasalahan tersebut. Hal tersebut dikarenakan KLU merupakan daerah baru, dan pada tahun 2018 lalu dilanda dengan musibah gempa bumi dan pada tahun 2020 dilanda dengan Pandemi Covid-19.

Pihaknya juga menyarankan penggunaan dana desa untuk peningkatan kompetensi masyarakat. “Penggunaan dana desa tersebut dapat digunakan karena Kementerian Ketenagakerjaan bersama  dengan Kemendes PDTT sebelumnya  telah melakukan MoU, sehingga MoU bisa jadi acuan Pemda untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan di KLU, melalui menurunkan angka pengangguran,” katanya.

“Dana desa dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, hal ini dilakukan demi menyiapkan masyarakat menjadi pelaku usaha sehingga ke depannya angka kemiskinan di Lombok Utara menurun,” lanjutnya.

Lebih lanjut Menaker RI ini juga menjelaskan terkait dengan kehadiran TKA di Lombok Utara. Kehadiran para TKA menjadi perhatian Menaker dikarenakan Lombok Utara menjadi daerah pariwisata Internasional, yang pastinya sesuai dengan kebutuhan industri.

“Pesan saya perlu disiapkannya transfer of knowledge dan masuknya TKA kepada negara ini harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan ataupun peraturan pemerintah,” ucapnya.

“Kami percaya di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dalam kunjungan Menaker RI Ida Fauziyah , dilakukan penyematan ID Card sebagai peserta BLK Lombok Utara selain itu juga dalam kesempatan Kunker Menakar meninjau produk UMKM KLU. (dhe) 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 474

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *