Lawan Kontraktor, Pemkab Lobar Kalah

F DERMAGAA scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA MENGKRAK: Kondisi dermaga Senggigi yang ada di kawasan Pantai Wisata Senggigi, Kecamatan Batulayar yang hingga kini belum selesai.

Terkait Sengketa Proyek Dermaga Senggigi

LOBAR—Kabar kurang sedap untuk Pemkab Lombok Barat (Lobar). Dimana, pemkab kembali kalah dalam sengketa proyek Dermaga Senggigi. Setelah Pengadilan Negeri (PN) Mataram memutuskan menolak seluruh gugatan Pemkab Lobar atas pembatalan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) terkait sengketa Proyek Dermaga Senggigi.

“Kemarin (Selasa(13/4), red) putusan, putusannya (PN) ditolak. Artinya menolak permohonan-permohonan pihak Pemda untuk pembatalan (BANI),” ungkap Kuasa Hukum Pemkab Lobar, Mashuri yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu kemarin.

Pemkab Lobar sebelumnya mengajukan permohonan pembatalan atas putusan BANI ke PN Mataram. Karena tidak menerima atas putusan BANI itu. Dengan berbagai barang bukti yang sudah dipersiapkan pihak Pemkab mengajukan pembatalan itu di PN Mataram. Namun dengan putusan PN itu secara otomatis Pemkab Lobar harus kembali menindaklanjuti putusan BANI yang memenagkan pihak penggugat (kontraktor).
“Kalau di tolak kan berarti harus kembali ke putusan BANI yang kemarin,” jelasnya.

Saat disinggung apakah putusan PN Mataram itu sudah disampaikan kepada Pemkab Lobar, Mashuri mengaku belum mengambil hasil putusan PN itu. Namun secara lisan pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemkab Lobar.

“Karena baru kemarin purusnnya, kita belum ambil. Secara lisan sudah, mereka mungkin sudah tahu putusan itu,” pungkasnya.
Sementara itu terpisah, Kabag Hukum Setda Lobar, Ahmad Nuralam yang dikonfirmasi terkait putusan itu baru mendapatkan informasi itu. Pihaknya berharap kepada OPD terkait untuk segera melaporkan kepada pimpinan atas hasil PN Mataram itu. Lantaran langkah hukum itu diambil internal oleh OPD terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan menggunakan Kuasa hukum tersendiri. Meneruskan ketika saat sengketa di BANI.

“Tapi nanti kita bicarakan apa tindaklanjut hasil
putusan BANI itu,” jelasnya.

Meski demikian, Nuralam mengaku masih ada langkah upaya hukum lain untuk membatalkan putusan BANI itu. Hanya saja kembali lagi kepada OPD terkait untuk membicarakan secara internal dengan pimpinan untuk langkah itu.
“Nanti kita bahas sama pimpinan lagi,” ucapnya.
Pihaknya sendiri belum mengetahui apakah hasil
putusan PN itu sudah disampaikan oleh OPD terkait kepada Bupati. Lantaran itu menjadi kewenangan OPD terkait.
“Kita tunggu saja dari Perhubungan, harusnya perhubungan hari ini sudah melaporkan ke pimpinan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Pemkab Lobar kalah sengketa proyek Dermaga Senggigi yang putus kontrak di tingkat Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Surabaya dari pengugatan CV Citra Anugrah Pratama. Sebagaian gugatan dari pihak CV Citra Anugrah Pratama dikabulkan pihak BANI. Salah satunya tuntutan pihak penggugat meminta 80 persen pembayaran atas pengerjaan proyek itu. Namun BANI hanya mengabulkan sekitar 70 persen. Sedangkan pihak pemkab mengaku jika progres proyek itu baru mencapai 60 persen. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mengintip Aktivitas Ramadan di Pondok Pesantren Selama Pandemi Covid-19 (2)

Read Next

Target Pemerintah, Juli Sekolah Tatap Muka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *