Lapangan Umum, Termasuk Kantor Desa Penujak Terancam Dikuasai Warga

20210319 141653 scaled

FOTO FENDI/ RADAR MANDALIKA GROUP NEKAD: Pihak Ahli waris H. Abdul Wahid saat memasang papan penguasaan tanah kantor Desa Penujak, Jumat kemarin.

PRAYA-Pihak Ahli Waris H. Abdul Wahid Jumat siang menunjukkan keseriusannya untuk menguasai sejumah asset tanah milik Pemkab Lombok Tengah. Termasuk juga tanah tempat berdirinya kantor Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat sekarang.

Ini dibuktikan dengan pihak ahli waris memasang papan penguasaan bertuliskan ‘Tanah ini dalam penguasaan ahliwaris H. L. Abdul Wahid’ di sejumlah tanah yang diklaim mereka.

Adapun yang akan dikuasai, tanah eks kantor desa, aula Desa Penujak dan lapangan umum Desa Penujak. Ahli waris mengklaim bahwa pihaknya memiliki bukti fisik yang kuat untuk mengambil tanah tersebut. Mulai dari peta blok, pipil, SPPT dan juga surat keterangan ahli waris. Ahliwaris juga membantah bahwa kepemilikan tanah tersebut pernah berpindah tangan kepada orang lain.

“Tidak ada bukti tanah ini pernah berpindah hak milik pada orang lain,” tegas perwakilan ahli waris, Lalu Dikjaya pada Radar Mandalika, Jumat kemarin.

Ahli waris juga menegaskan, pihaknya akan melakukan penguasaan secara paksa terhadap tanah tersebut. Menurutnya, saat ini pemerintah desa tidak memiliki alas hak atas tanah itu. Sehingga pihak keluarga tidak bisa melakukan gugatan.

“Mereka tidak punya bukti, silakan nanti setelah ahli waris kuasai pihak desa menggugat, kami siap,” tantangnya.

Pihaknya juga tidak menapikkan adanya ahli waris dari H. Abdul Wahid yang terlibat pada organisasi terlarang. Namun menurutnya masih banyak keluarga ahli waris yang berhak atas kepemilikan tanah tersebut.

Selain itu, pihak ahliwaris yang merupakan anak dari almarhum Lalu Parma ini mengaku sudah mendapat wasiat dari orang tuanya, bahwa dirinya ditinggalkan tanah yang nantinya bisa diambil setelah dirinya besar.

“Tidak ada meninggalkan suatu apapun, kecuali nanti kalau kamu sudah besar cari tanah 1,5 Ha,” ceritanya.

Terpisah, Kades Penujak, Suharto saat dikonfrimasi Radar Mandalika belum memberikan keterangan.

 Sementara itu, BPD Desa Penujak Zuprihatin menjelaskan, perpindahan hak milik atas tanah tidak semuanya dilakukan dengan hitam di atas putih, hal ini menurutnya sangat tergantung pada kondisi saat itu. Katanya, kepemilikan tersebut dapat berpindah karena jual beli, hibah, hadiah, dan lainnya sehingga tanah tersebut saat ini bisa menjadi milik desa.

“Kita tidak tahu persis seperti apa perpindahan tangannya, namun orang tua ini sejak dulu tidak pernah mempersoalkannya,” katanya tegas.(ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bawaslu Hadiri Putusan MK, Mo – Novi Segera Dilantik

Read Next

Potret Potensi Desa Wisata di Gumi Tastura

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *