Kumat Lagi, Residivis Narkoba Dibekuk

Narkoba

DIAMANKAN: Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson (tengah) menunjukkan barang bukti di Mapolresta Mataram, Sabtu kemarin.

MATARAM – Pria berinisial, LAK 30 tahun tak jera masuk penjara. LAK kembali masuk gara-gara kasus narkoba jenis sabu. LAK merupakan warga Pejeruk Abian, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dia  diciduk aparat karena kedapatan membawa sabu untuk diedarkan.

LAK beberapa tahun silam baru menyelesaikan vonis hukuman penjara yang diterima. Kini kembali ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polresta Mataram dengan barang bukti cukup menggiurkan. Pelaku membawa 203,33 gram sabu.

“Pelaku ini residivis. Dulunya ditangkap Polda NTB. Kami tangkap Kamis siang (08/10/2020) dengan sabu 203,33 gram,” beber Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson, Sabtu (10/10).

Informasi gerak-gerik pelaku diterima petugas dan langsung melakukan penyelidikan. Yakin dengan informasi yang didapatkan. Elyas Ericson langsung memimpin anggotanya untuk menangkap pelaku. Pelaku berada di Jalan Adi Sucipto depan komplek perumahan eks Bandara Selaparang, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

Pelaku duduk di atas motornya sambil membawa plastik hitam menunggu pelanggan dan langsung diciduk petugas. Disaksikan warga yang melintas, kantong plastik berwarna hitam itu berisikan kristal bening yang diduga sabu. Pelaku langsung diamankan ke Mapolresta Mataram untuk diproses. “Pelaku kami amankan di depan eks bandara Selaparang,” beber dia.

Dengan penangkapan disertai barang bukti sabu yang banyak itu. Kepolisian sudah menyelamatkan sekitar 12 ribu anak bangsa untuk mengkomsumsi sabu. “Karena sabu ini akan dipecah-pecah lagi setiap gramnya menjadi 20 poket. Sekitar 12 ribu orang yang kita selamatkan,” ungkap dia.

Dari hasil pemeriksaan. Terungkap bahwa barang haram itu dipesan dari Batam. Lalu dikirim melalui salah satu jasa pengiriman barang. Modus untuk mengelabui jasa pengiriman, saat dikiirim sabu ditutupi dengan bungkus kopi. “Ternyata sampai di sini didalamnya ada sabu. Itu modus lama,” kata dia.

Setelah diambil, sabu sempat diinapkan didaerah Ampenan. Lalu akan dibawa ke Sayang-sayang Kota Mataram untuk diedarkan sesuai rencana.  Petugas pun sudah mengantongi jaringan LAK dan tinggal menunggu waktu untuk dibekuk.

“Ada sekitar tiga atau empat orang lagi yang kita kejar. Nama dan alamatnya sudah kita kantongi. Sedang kita kejar, kemarin waktu pengungkapan orang-orang itu sedang tidak berada di rumah,” ungkap dia.

Pelaku pun sebelumnya berhasil menerima sabu dari Batam. Tergiur ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi. Pelaku menantikan kiriman berikutnya. “Pengakuannya dia sudah empat bulan ini. Kami sedang bekerjasama dengan Polda dan Polres yang lain untuk mencari pelaku lainnya,” ujar Ericson.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (hms/zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Awassss…..! Kredit Fiktif Banyak di NTB

Read Next

Bahas UU Omnibus Law

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *