KSM “Bernyanyi”, Ngaku Pernah Diancam

F KSM

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID CEK: Seorang pemuda saat mengecek hasil pembangunan MCK dari P3LH, Selasa kemarin.

PRAYA – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dari Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya mulai ‘bernyanyi’ setelah dugaan pungutan liar (Pungli) Rp 10 ribu beredar luas. Lebih lagi, dugaan praktek pungli dilakukan oknum Teknisi Fasilitator Lapangan (TFL) dari Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah kepada KSM.

Pengakuan KSM ini, dia pernah mendapat ancaman dari oknum yang mengaku pernah berperan penting dalam pembentukan KSM di Lombok Tengah. Selain itu, oknum ini juga mengarahkan semua KSM membeli bahan kebutuhan Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup (P3LH) berupa, tangki septic tank di salah satu UD.

“Ada oknum yang kami duga telah melakukan pengancaman, pemerasan dan mengarahkan belanja bahan dalam proyek ini untuk kepentingan pribadi, saya punya bukti,” ungkap KSM Kelurahan Prapen, L Hadis Warsito kepada wartawan Radarmandalika.id group, Selasa kemarin saat memberikan klarifikasi.

Di samping itu, Warsito juga menepis adanya dugaan pungli 10 ribu per KSM. Sebab sudah langsung dilakukan pengembalian. “Kalau soal 10 ribu sudah kembalikan lagi kepada KSM. Nah untuk urusan progres pengerjaan di Kelurahan Prapen untuk 100 unit sudah selesai 100 persen dan sudah diperiksa inspektorat,” tegasnya.

Warsito mengungkapkan, yang paling parah dalam persoalan ini ketika ada oknum yang disebutnya pihak ketiga yang diduga melakukan pemerasan, mengancam dan mengarahkan KSM berbelanja di satu UD.

“Ini sebenarnya jadi masalah,” ungkap dia.

Katanya, kalaupun saat ini program pembangunan belum tuntas ini justru kesalahan fatal dari minimnya pengawasan dilakukan TFL, baik tim sosial maupun tim teknik.

“Kalaupun persoalan pembangunan masalahnya di-TFL,” sebut dia.

Sementara soal pengarahan yang ditujukan ke KSM tidak semua mengindahkan. Pasalanya hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan, mengingat program tersebut tidak bisa subkon, meskipun sempat ada yang menawarkan.

“Kalau program ini bermasalah dan tidak sesuai spek, maka TFL juga harus bertanggung jawab penuh,” sebut Warsito lagi.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

13 Warga Tolak Pembayaran Melalui Pengadilan

Read Next

Kapolda Temui Petinggi NW

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *