Kementerian Janji Fasilitasi Pelaku UMKM

  • Bagikan
F Stand UMKM
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID DIKELUHKAN: Seperti ini jalan becek di pusat stand UMKM pada momen WSBK November 2021.

 

PRAYA- Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi berjanji akan memfasilitasi pelaku UMKM di event MotoGP secara maksimal. Keterlibatan Kementerian Kominfo sendiri jelasnya akan mendorong para pelaku UMKM untuk bisa memasarkan barangnya melalui market plasce.

“Kominfo mendorong digitalisasi UMKM, produk nasional bisa di tampilkan di ajang MotoGP,” tegas Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary, kemarin.

Selain itu, upaya yang dilakukan kominfo jelasnya terus mengawal arahan presiden pada 14 Mei tahun 2020 lalu untuk membumikan produk lokal melalui gerakan bangga buatan Indonesia.

Dia menekankan agar ciri khas dari dareah yang ada di NTB bisa menjadi nilai jual produk yang ada. Pihaknya juga menjelaskan terus berupaya memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM sesuai dengan bidangnya yakni kuliner, tenun, kerajinan  dan lainnya agar bisa terfasilitasi maksimal pada ajang MotoGP mendatang.

“Kita juga mengandeng market place untuk memasarkan prosuk, syaratnya cukup mudah pertama punya barang, NIK, dan Rekening Bank,” ujarnya.

 

Ditambahkan Kepala Dinas UMKM Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri menjelaskan dari data yang dimiliki pihaknya saat ini terdata sebanyak 123 ribu lebih UMKM yang sedang dikurasi untuk bisa menjajankan dagangannya di ajang motoGP mendatang.

Lokasi penempatan UKM jelasnya di fokuskan di dalam sirkuit dan juga luar sirkuit.  “Parkir timur sekitar 30 sampai 50 UKM, dalam sirkuit kementerian koperasi akan menyediakan tenda Ruder untuk 100 UKM non kuliner,” bebernya.

Dia juga mengimbau kepala pelaku perhotelan untuk bisa memfasilitasi pelaku UMKM yang ada sehingga bisa terseraf lebih makasimal.

“Insyallah akhir februari keluar hasil kurasi kami,” tambahnya.

Sisi lain, Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC, Arie Prasetyo berkomitmen untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang terjadi saat WSBK berlangsung. Untuk menghindari jualan UMKM terkena hujan pihaknya menyiapkan tenda tertutup sehingga tidak basah saat turun hujan.

“Kami mohon maaf atas kekurangan saat WSBK,” ucapnya.

Dia mengakui pelaksanaan even yang ada di KEK sebagai langkah untuk mempercepat pembangunan di KEK dan juga kebangkitan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk karena pandemi covid-19. (ndi)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *