Pemkab Lobar Perketat Prokes di Kawasan Wisata

  • Bagikan
F APLIKASII
IST/RADAR MANDALIKA CEK : Dispar dan Satpol PP mengecek hotel di kawasan Senggigi sudah atau belum menerapkan aplikasi Pedulilindungi.

LOBAR–Penerapan protokol kesehatan (Prokes) di Lombok Barat (Lobar), termasuk kawasan wisata kembali diperketat oleh Pemkab Lobar. Seiring terus meningkatnya kasus covid-19 di Lobar kurun waktu awal 2022 ini. Demi menjaga kepatuhan Prokes terutama di kawasan wisata, seperti hotel, restoran dan tempat hiburan. Pemkab Lobar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) dan Satpol PP Lobar turun mengecek penerapan aplikasi Pedulilindungi di hotel kawasan Senggigi.

Kepala Satuan Pol PP Lobar, Baiq Yeni Satriani Ekawati mengingatkan agar tempat umum menggalakkan penerapan aplikasi Pedulilindungi untuk meningkatkan upaya promotif preventif. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sendiri diharapkan mampu menjadi sistem pengendali keramaian di tempat umum. “Kegiatan ini sudah kita tindak lanjuti dari hasil rapat kemarin sore untuk mengingatkan kepada seluruh hotel yang ada di Senggigi. Ini juga terkait gelaran MotoGP yang sebentar lagi akan terlaksana. Alhamdulillah pagi ini kita berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata bisa terselesaikan,” kata Yeni usai monitoring di kawasan Senggigi, Rabu (10/2).

Dari hasil kunjungan ke 36 hotel di Senggigi, baru 14 hotel yang sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Beberapa hotel lainnya hanya tinggal menunggu mendapat barcode dari PeduliLindungi.

Terpisah, Kepala Dispar Lobar, H Fajar Taufik menjelaskan, kegiatan ini merupakan tahap pengawasan awal. Selanjutnya pihaknya bersama Pol PP akan tetap memantau perkembangan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat-tempat yang tertera dalam Surat Edaran (SE) Bupati. “Karena Surat Edaran Bupati sudah dikeluarkan sejak bulan Januari, maka sudah menjadi kewajiban bagi seluruh pelaku pariwisata yang ada di Lombok Barat baik itu hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan untuk memasang aplikasi Peduli Lindungi di tempat masing-masing. Ini akan kita lihat terus, dan pantau. Saya akan berkoordinasi terus dengan Satpol PP untuk menertibkan itu semua,” tegas Taufik.

Dari informasi yang diperoleh secara nasional memang ditemukan adanya pelonggaran pengawasan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Indonesia. Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan bersama Pol PP ini diharapkan semakin memperkuat penggunaan aplikasi PeduliLlindungi untuk meminimalisir risiko penyebaran virus corona. “Ini adalah untuk menjaga kita semua, supaya yang masuk ke hotel-hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan itu terbebas dari penyebaran Covid-19. Artinya kita mengamankan semua,” pungkasnya. (win)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *