Kasat Reskrim Polres Dompu Dilaporkan

  • Bagikan
F Laporkan 1
IST/RADARMANDALIKA.ID LAPORKAN: Ketua Garam NTB, Ruslan saat menyerahkan laporan kepada anggota di Mapolda NTB, kemarin.

MATARAM – Gerakan Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat (Geram NTB) kembali melaporkan kasus dugaan pemerasan dilakukan Kasat Reskrim Polres Dompu kepada seorang tersangka inisial SAM ke Bidang Propam Polda NTB, Kamis (13/1) siang. Dugaan pemerasan ini dilakukan Kasat Reskrim melalui dua oknum penyidik setempat.

 

Laporan resmi tersebut dalam rangka memperkuat laporan pelapor Putra Uma Keho secara pribadi ke Propam Polda NTB, Minggu lalu.

Selain itu, dalam laporan tersebut juga melaporkan dugaan pelanggaran HAM dan dugaan pemerasan pada proses penegakan hukum pada kasus penipuan arisan online pada wilayah hukum Polres Dompu.

 

 

Dari laporan yang dilayangkan ini, pelapor mendesak Kapolda NTB untuk memberikan penangguhan penahanan terhadap tersangka kasus penipuan arisan online SAM karena saudari SAM memiliki bayi berumur tiga bulan.

 

Selanjutnya, Geram NTB juga mendesak Kapolda NTB melalui Kabid Propam memberikan atensi khusus dan mencopot Kasat Reskrim Polres Dompu karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas sebagai APH serta tidak mampu memenuhi amanat Pasal 31 Ayat 1 KUHAP tentang penangguhan penahanan.

 

“Kami desak Kabid Propam POLDA NTB mencopot Kasat Reskrim Polres Dompu,” pinta Ketua Umum Geram NTB Ruslan kepada media.

 

Selain itu, Geram NTB juga meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolres Dompu karena tidak melakukan koordinasi yang baik dengan anggota di bawahnya dalam menentukan keadilan sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan.

 

“Meminta kepada Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri untuk memberikan atensi dan menegur Kapolda NTB,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto yang dikonfirmasi mengungkapkan bahwa kasus tersangka SAM arisan online tetap dilanjutkan dan sudah dilakukan tahap dua di serekahkan ke Kejari Dompu.

“Proses sudah tahap P21 dan sesegera mungkin tersangka dan barang bukti diserahkan ke kejaksaan. Kalau sudah diserahkan ke kejaksaan tentunya kasus itu jadi tanggung jawab dari pihak kejaksaan. Jadi kita tetap monitor,” tegasnya.

 

Sementara untuk kasus dugaan pemerasan, Artanto menegaskan sudah dilakukan proses penyelidikan oleh Propam Polda NTB. “Itu sudah dilakukan proses penyelidikan,” jawabnya.(rif)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *