Kades Tolak Parkir Pasar Jelojok Dikelola Pihak Ketiga

  • Bagikan
Pasar Jelojok Kopang
IST/RADAR MANDALIKA PASAR: Inilah suasana Pasar Jelojok Kopang.

PRAYA – Rencana Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok  Tengah (Loteng) untuk memberikan pengelolaan parkir kepada pihak ketiga tidak bakal berjalan mulus.

Hal ini karena, rencana pemerintah tersebut mendapatkan penolakan dari Pemdes Kopang Rembiga. Alasannya, karena akan menghilangkan mata pencarian banyak masyarakat yang saat ini menjadi tukang parkir di pasar tersebut.

Kepala Desa Kopang Rembiga, Widianto menyatakan, pihaknya sangat tidak setuju, rencana Pemda untuk pihak ketiga pengelolaan parkir Pasar Jelojok tersebut. Hal itu karena banyak  masyarakat yang mencari nafkah kehidupan melalui parkiran pasar tersebut.

“Puluhan masyarakat yang menggantungkan hidup di lahan parkir ini. Lalu jika parkir di pihak ketiga tentu akan membuat mata pencarian dari mereka akan hilang,” tegasnya, kemarin.

Ia mengungkapkan, pihaknya paham apa maksud  Pemda ingin pihak ketigakan parkir pasar ini. Tentu untuk meningkatkan PAD. Namun demikian, Pemda juga harus memikirkan nasib dari masyarakat yang selama ini gantungkan hidupnya di parkir tersebut.

“Sebenarnya bukan hanya melalui pihak ketiga saja cara untuk peningkatan PAD parkir itu, namun bisa juga dengan memberdayakan masyarakat setempat. Dengan teknis bagi hasil atau yang lainnya,” ujarnya.

Ia mengaku, masyarakat yang bekerja sebagai tukang parkir ini sudah dari turun menurun. Bahkan mereka parkir ini dari semenjak pasar ini baru ada wilayah Kopang.

“Coba bayangkan mereka jadi tukang parkir sudah turun menurun. Jadi saya harapkan Pemda untuk memikirkannya kembali,” harapnya.

Sementara itu,  Wakil Ketua DPRD Loteng, HL Rumiawan menyatakan,  Pemda terlambat dalam penataan parkir pasar ini. Seharusnya hal itu dilakukan semenjak pasar itu diresmikan.

“Tapi ini harus menjadi PR kita bersama. Kami tidak ingin ada pihak yang merasa dirugikan karena persoalan ini,” ucapnya.

Ia mengaku, bila Pemda nanti memberikan pengelolaan parkir ke pihak ketiga, tentu masyarakat yang sebelumnya di lahan tersebut harus dilibatkan. Dengan ikut kerja dalam perusahaan pihak ketiga tersebut.

“Pemda harus berdayakan masyarakat yang menjadi tukang parkir sebelumnya itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Kabid Teknik dan Angkutan Dishub Loteng, Lalu Baehaki mengatakan, pengelolaan retribusi parkir Pasar Jelojok bakal dipihakketigakan tahun ini. Tujuannya, selain untuk antensi kebocoran pada pengelolaan parkir namun demi peningkatan pada retribusi parkir tersebut.

“Masih dalam proses sekarang. Tahapanya, saat ini tim appraisal sedang turun ke lapangan untuk menghitung lahan parkir. Setelah itu selesai baru, kemungkinan akan bicara mengenai perusahaan yang akan mengelola,” terangnya.

“Kami harapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Kemudian masyarakat juga harus mendukung segala langkah ini,” pungkasnya.(jay)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *