Jelang MotoGP, Ketua BPPD NTB Ngaku Kekurangan Kamar 10 Ribu

  • Bagikan
F hotel
RAZAK/RADAR MANDALIKA SEBELUMNYA: Pengendara melintas di depan Hotel Lombok Astoria, awal kasus covid-19 masuk NTB.

 

MATARAM – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB mengaku pihaknya tengah berusaha memenuhi kebutuhan akomodasi bagi para penonton MotoGP.  Hingga saat ini, masih banyak kekurangan kamar hotel. Dari 65 ribu tiket MotoGP yang dijual, diprediksi 70 persen atau sekitar 45 ribuan di antaranya merupakan penonton domestik. Sehingga untuk menunjang akomodasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama.

“Selain kegiatan sosialisasi kami juga sedang berupaya memenuhi kebutuhan akomodasi kamar,” tegas Ketua BPPD NTB, Ari Garmono, kemarin.

Data yang dimiliki BPPD NTB, kamar hotel di Provinsi NTB sebanyak 16 ribu kamar, Sarhunta 915 kamar dan sejumlah jenis akomodasi lainnya. Namun demikian, dalam hitungannya masih ada kekurangan sekitar 10.668 orang penonton.

“Di catatan kami dari 65 ribu tiket yang dijual masih kekurangan kamar sekitar 10.668,” katanya.

Karena itulah, pemerintah akan berupaya memenuhi kebutuhan akomodasi tersebut dengan berbagai cara, misalnya dengan mendatangkan kapal cruise, Pinisi, kapal Pelni, bahkan sejumlah fasilitas pemerintah lainnya akan dijadikan untuk akomodasi seperti Gedung Asrama Haji, asrama kampus, dan fasilitas pemerintah lainnya.

Ari mengatakan, yang sedang dijajaki saat ini adalah penyediaan akomodasi berbasis camping ground, sehingga akan ada keterlibatan masyarakat secara langsung. Saat ini ada enam titik yang cocok menjadi akomodasi bagi penonton MotoGP berbasis camping ground itu, namun tenda yang dimiliki masyarakat masih sangat kurang yaitu baru tersedia 260 tenda.

“Sehingga skema yang bisa dipakai yaitu mencoba menghubungkan antara vendor dengan lembaga pembiayaan, sehingga banyak tenda yang bisa dihadirkan saat event berlangsung,” ujarnya.

Terkait dengan adanya kabar bahwa Presiden kini mengizinkan event MotoGP akan ditonton oleh 100 ribu orang, tentunya akomodasi yang akan dibutuhkan akan semakin banyak.” Kita masih dengar kabar juga ini. Kalau ditambah lagi, tentu semua potensi penginapan itu betul-betul harus dimaksimalkan,” katanya.

Meski di atas kertas masih banyak terlihat tantangan untuk memenuhi akomodasi maupun transportasi, namun ia yakin NTB sangat siap memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh penonton.

“Prinsipnya NTB siap untuk menyambut gelaran MotoGP dan event-event yang lainnya. Adapun persoalan-persoalan yang kita hadapi itu sedang kita kebut untuk kita selesaikan dan kita optimis pada waktunya nanti semuanya akan selesai,” katanya.

Terpisah Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi juga merespon rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menambah jumlah penonton untuk ajang balap MotoGP dari menjadi 100.000 orang.

Gita mengatakan, rencana Presiden yang telah menambah kuota jumlah penonton. Tentunya, harus dipersiapkan dengan baik. Salah satunya dengan menambah slot kamar menjadi 100 ribu kamar.

Apalagi, diprediksi jumlah pengunjung yang akan menyaksikan MotoGP diperkirakan sekitar 165.000 orang. Sementara, jumlah akomodasi di NTB masih jauh dari kebutuhan.

Menurut Sekda, rencana Presiden menambah jumlah tiket MotoGP menjadi  100.000 itu, sesuai prediksi yang dipetakan pihaknya jauh-jauh hari.

“Tentunya, solusi yang ada, setelah ada homestay, penginapan tenda dari Kemenparekraf,  kapal-kapal terapung dari Pelni dan TNI AL. Tentunya, kita berfikir di daerah, menyiapkan ruangan di kantor Pemerintahan, baik di kantor gubernur dan sejumlah kantor pemerintahan, baik di Pemprov, Pemkab Loteng dan Pemkot Mataram akan difungsikan sebagai akomodasi penonton,” ujar Gita.

Ia mengaku, khusus di kantor Pemprov NTB, pihaknya memiliki Gedung Graha Bhakti Praja dan gedung Wanita yang bisa disulap menjadi tempat tinggal oleh para penonton MotoGP yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, para OPD Pemprov yang memiliki koneksi dengan OPD mereka di wilayah di Indonesia. Termasuk di Kementerian untuk bisa menjadi host bagi kedatangan mereka.

“Intinya, kenapa kita sulap kantor pemerintahan menjadi tempat akomodasi untuk penonton MotoGP Mandalika kedepannya. Ini karena kita sebut ajang MotoGP ini adalah begawe pelayanan. Jadi, semua OPD Pemprov wajib terlibat secara aktif,” kata Gita.

Sekda mengatakan, skema selanjutnya di sisa-sisa waktu yang ada, pihaknya juga menyiapkan sejumlah Ponpes yang ada di Lobar, dan Loteng untuk bisa dijadikan lokasi untuk menampung para penonton MotoGP Mandalika.(jho)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *