Jamaah Sakit Hati, Minta Ustadz MQ Diproses Hukum

  • Bagikan
F Laporan
MUHAMAD RIFA'I / RADAR MANDALIKA SERAHKAN : Lalu Guntur Halba, mewakili trah Almagfurullah TGH Muhammad Ali Batu, saat menyerahkan laporan pengaduan sebagai pihak yang keberatan atas dugaan ujaran kebencian dilakukan MQ.

LOTIM – Ribuan jamaah TGH Ali Batu Sakra turun ke jalan dan menyemut di depan Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), Rabu kemarin. Massa meminta agar Ustadz MQ diadili secara hukum (proses hukum, red).

Massa menjadi marah dan turun aksi mendesak MQ diadili buntut video viral ceramah MQ di hadapan jamaahnya di Masjid Al Markaz. MQ menyebut sejumlah makam keramat tanah Lombok ini, makam tain acong (kotoran anjing, red) belum lama ini. Massa merasa tersakiti hatinya, atas ucapan da’i Assunnah Desa Bagek Nyaka Santri, Kecamatan Aikmel, Lotim itu di hadapan jamaahnya.

Keturunan TGH Ali Batu, M Guntur Halba dalam orasinya mengatakan, aksi damai ini dilakukan dengan mengedepankan adab, sesuai yang diajarkan Al Magfurulah TGH. Muhammad Ali Batu. Leluhurnya juga mengajarkan, masyarakat tetap hidup rukun dan berdampingan, serta saling menghargai satu sama lain.

“Kami mengecam dengan keras atas pernyataan MQ. Perkataan itu telah menyakiti hati kami, dan itu sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang yang paham agama dan berpendidikan tinggi,” tegasnya.

Dalam orasi itu, Guntur meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kapolres Lotim, segera menindaklanjuti tuntutannya, memproses dan mengadili MQ, demi menjaga keamanan dan ketertiban yang sudah terbangun dengan baik di Bumi Patuh Karya. Baginya, tidak peduli siapa pun dia dan latar belakang kehidupannya. Jika menyebarkan ujaran kebencian di daerah ini maka harus ditindak tegas dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Jika aparat penegak hukum tidak cepat memproses MQ, maka kami akan bertindak sesuai cara kami,” ancamnya.

Bupati Lotim, H. Sukiman Azmy yang diminta berdiri di tengah-tengah massa aksi menjawab apa yang menjadi tuntutan massa dengan lantang dan berapi-api. Katanya selama ini dia tak pernah melihat aksi unjukrasa dengan suasana sedamai ini. Yang diketahuinya selama ini ketika ada demo, yang ada hanya teriak dan caci maki, namun tidak dengan aksi sekarang. Ini adalah buah dari warisan pengajian Almagfurullahu Ali Batu.

“Orang yang tidak tahu Ali Batu, adalah orang yang tidak pernah tahu sejarah. Orang yang berkata aneh-aneh itu, perlu diberikan dan membaca sejarah,” teriaknya.

Dituturkan mengapa disebut Ali Batu. Saat  tahun 1980-san silam, ketika penjajah masih mendominasi dan bercokol di Republik ini dan bumi Sasak. Salah satu karomahnya dalam perjalanan berangkat haji yang terjadi di luar akal sehat manusia, Almagfurullah Ali Batu berangkat haji dengan cara berjalan kaki. Saat berada di Mesir akan menyeberangi Sungai Nil yang begitu lebar dan besar, tiba-tiba pohon besar tumbang untuk dilewatinya sebagai jembatan. Ali Batu tak sadar akan kondisi itu, dan Sungai Nil yang dilewatinya mengkristal seperti batu sampai Ali Batu sampai diseberang Sungai Nil.

“Itulah mengapa disebut dengan nama TGH Lalu Muhammad Ali Batu,” jelasnya.

Dalam sebuah babat Sakra Karang Asem yang ditulis dalam bahasa Sansekerta. Diceritakan tahun 1891 silam, ada muncul satu tokoh dimana di sana disebut Ali Batu. Orang yang tak tahu sejarah itulah yang berkata aneh sekarang ini.

“Jangan jungkir balikkan sejarah, dan tempatkan sejarah pada tempatnya,” tegas Sukiman.

Pada tahun 2022 ini, Pemda Lotim akan merenovasi Ali Batu setelah merenovasi makam Almagfurullah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Renovasi makam para tuan guru lainnya di daerah ini, bentuk penghargaan atas perjuangan iman dan Islam di bumi Lotim khususnya.

“Kita akan kawal proses ini. Saya pribadi dan jajaran pemerintah daerah Lombok Timur akan mengawal proses ini dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

“Ini contoh demokrasi tanpa anarkis, sopan dan lainnya. Aspirasi akan kami terima, dan kita akan kawal. Kami minta Kapolres memberikan jaminan, bahwa semua yang melanggar aturan akan diproses sesuai hukum,” tambahnya.

Ditambahkan Kapolres Lotim, AKBP Herman Suriyono menyebutkan, kasus ini sekarang sedang melakukan proses penegakan hukum terkait ujaran kebencian di Polda.

Mantan Kapolres Sumbawa Barat ini meminta masyarakat Lotim menahan diri, tak main hakim sendiri, dan percaya hidup di Indonesia adalah negara penegakan hukum.

“Penegak hukum sedang bekerja,” katanya.(fa’i)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *