Dari Launching Jamu ‘Senamian’ Karya Mahasiswa KKN Unram

  • Bagikan
F bok 1
HAZA/RADAR MANDALIKA BERHASIL: Kepala Desa Setiling foto bersama dengan Ketua KKN Unram di depan produk yang sudah dilaunching, kemarin.

Resmikan Rumah Produksi dan Lahan Percontohan Tanaman Obat

Tidak semua mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) berhasil melahirkan sebuah produk. Namun beda dengan kelompok KKN Universitas Negeri Mataram (Unram) yang melaksanakan kewajibannya di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, mereka berhasil melaunching sebuah produk. Seperti apa?

HAZA-LOMBOK TENGAH

KESERIUSAN dan kekompakan membuat mahasiswa KKN Unram berhasil mengembangkan potensi yang ada di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Dimana, Selasa kemarin di Dusun Gunung Komak  desa setempat mereka melakukan pengkajian yang cukup lama termasuk melakukan sosialisasi pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat. Hasilnya, mahasiswa KKN ini melaunching sebuah produk yang nantinya akan menjadi produk unggulan di Desa Setiling yakni, jamu tradisional yang diberikan nama “Senamian” Lombok produk khas Setiling.

Ketua KKN Unram di Desa Setiling, Tomi Hasan Basri mengatakan, produk jamu Senamian khas Setiling ini berhasil di launching tidak lepas dari hasil binaan dosen pembimbing bayangan Munawar Mahmud. Katanya, sang dosen selalui mendampingi dari awal program ini. Sehingga pada jamu Senamian khas Setiling ini resmi dilaunching.

“Selain melaunching produk pada saat itu, kami juga meresmikan Rumah Produksi dan lahan percontohan tanaman obat di tempat yang sama  berlokasikan di Gunung Komak Desa Setiling,” katanya kepada Radar Mandalika.

Secara umum kegiatan itu berlangsung cukup lancar, terlihat dari antusias masyarakat yang hadir begitu banyak mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu yang kemudian diajak untuk ke lahan Tanaman Obat untuk mempelajari bagaimana cara penanaman bibit obat, pengolahan lahan, pembuatan produk.

Dimana, hingga pada akhirnya tamu undangan bisa langsung mencicipi olahan produk jamu yang telah disiapkan panitia. Selain itu, mereka dipersilakan untuk mengikuti kegiatan utama yakni acara launching produk.

“Asal mula tercetusnya produk Jamu Tradisional “Senamian” ini karena melihat potensi Desa Setiling yang berlimpah,” bebernya.

Tidak hanya itu, masyarakat banyak menanam tanaman obat di kebun maupun pekarangan rumah tapi hanya dijual dalam bentuk bahan baku saja. Itupun dengan harga yang sangat murah, bahkan dibiarkan tergeletak begitu saja di dalam kebun.

“Dari sana  kami berinisiasi bagaimana menciptakan sebuah produk yang bernilai ekonomi tinggi yang dapat menguntungkan masyarakat setempat,”  tutur Tomi.

Sementara dengan diberikan brand atau merk jamu Senamian karena dalam bahas Sasak Senamian artinya semua karena memang jamu ini sangat layak diminum untuk semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa.

“Senamian juga memiliki kepanjangan Setiling Nalet, Setiling Meriapan,” bebernya.

Dilanjutkannya, varian jamu yang di produksi ada 4 varian jamu beras kencur, jamu wedang jahe, tamulawak, dan kunyit asam.  Masing-masing Jamu memiliki keistimewaan dan manfaat tersendiri. Ditambahkannya juga  selama mahasiswa KKN Unram melaksanakan pengabdian di Desa Setiling sudah membentuk kelompok ibu-ibu yang akan siap melanjutkan ikhtiar dalam memproduksi jamu Senamian itu sendiri. Sehingga nantinya Desa Setiling akan menjadi central pembuatan jamu tradisional yang ada di Lombok.

Kades Setiling, L. Agus Santriaji mengucapkan rasa syukur atas dilaunchingnya produk yang memiliki brand Jamu Senamian ini. “Semoga ini menjadi produk kebanggaan Desa Setiling,” harap kades.

Dilanjutkan Dosen Pamong atau pembimbing, Munawar Mahmud menilai dengan adanya kegiatan KKN ini benar-benar berdampak untuk masyarakat. Dari penilaiannya masyarakat sangat menyambut baik dengan program ini. “Kami pastikan KKN mereka benar-benar berefek positif kepada masyarakat bukan hanya sekadar mereka pindah tidur saja dan tidak ada program jangka panjang untuk masyarakat,” tuturnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *