WISATA: Seorang pengendara roda dua melewati akses jalan menuju kawasan pembangunan kereta gantung Rinjani di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng, belum lama ini. (RAZAK/RADAR MANDALIKA)

LOTENG – Pembangunan kereta gantung Rinjani telah dimulai. Investor sendiri berencana akan melebarkan jalan sepanjang 7 kilometer dari pintu gerbang Hortipark hingga menuju kawasan proyek kereta gantung Rinjani di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Dimana, Desa Karang Sidemen merupakan lokasi pembangunan kereta gantung menuju Rinjani yang rencannya memiliki panjang 10 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB,  Ridwan Syah dalam keterangannya menjelaskan, soal penataan jalan menuju kawasan kereta gantung, pihak dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dengan investor dari China sudah melakukan koordinasi. Baik soal jalan yang akan diperbaiki atau diperlebar sepanjang 7 kilometer dengan kualitas standar dengan lebar 6 meter.

Saat ini tim Dinas PUPR NTB sedang melaksanakan survey. Bahkan informasi terakhir dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bahwa soal perbaikan atau pelebaran jalan tersebut akan ditanggung investor. Yakni dari gerbang Hortipark di Desa Karang Sidemen. Dan, diakuinya memang ada usulan untuk mengubah status jalan menjadi jalan provinsi. Dengan demikian peningkatan status jalan memiliki sinergitas.

“Kita sendang survei dan menghitung biaya, terlebih pelebaran jalan masuk hutan, dan koordinasi dengan kehutanan. Dan kita sedang hitung, desain, dan struk standar. Dan di bulan Februari kita akan undang investor untuk hal ini. Dimana tanpa pelebaran jalan menjadi kendala dalam akses keluar masuk wisatawan. Mengingat destinasi ini akan banyak dikunjungi wisatawan, maka harus dilebarkan,” ungkapnya, belum lama ini.

Kemudian terkait dengan desa-desa tetangga yang terdekat dengan Desa Karang Sidemen, seperti Desa Lantan, dan Desa Aik Berik masih terkendala dengan status jalan. Mengenai hal tersebut nanti akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng melalui Dinas PUPR setempat.

“Saya yakin desa lain akan ada imbas dengan ini. Kemudian penataan parkir dan sarpras lainnya juga perlu. Kemudian fasilitas publik dan jalan penghubung, saya akan koordinasi terus dengan Sekda (Sekretaris Daerah),” terangnya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 381

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *